Cuma Weblog Entah-entahan

tips biker

Dan SAMSAT Pun Berbenah…

Sambil ngeNet Gan!!..

Jum’at kemarin, kebetulan Saya menemani seseorang membayar pajak di SAMSAT Kota Bekasi di Cikarang. Terakhir Saya bayar pajak bulan sembilan tahun kemarin, mulai ada “perubahan”. Sekarang sudah lebih baik dari terakhir Saya datang.

Yang Saya catat diantaranya:

Minim Calo. (Bukan tidak ada.) Biasanya, ketika kita baru datang dan mendekati pos informasi di depan pintu. Kalimat yang paling umum keluar dari bibir Petugas adalah “Mau dibantu atau Sendiri??” Sehingga, pembayar pajak pasti risih dengan hal ini. Untuk satu ini sudah berkurang.

Tapi Saya masih melihat petugas memegang lembaran-lembaran formulir+surat kelengkapan layaknya membayar pajak, yang jumlahnya lebih dari satu, ditandai dengan nomor (diduga nomor urut), kemungkinan praktek calo masih berjalan disini. (mudah2an Saya Salah).

Proses administrasi lebih cepat. Biasanya Saya membayar pajak menghabiskan waktu hampir seharian, kira-kira dari jam delapan pagi sampai sekitar jam dua siang. Kemarin, Saya daftarkan jam sepuluh pagi, jam setengah duabelas sudah selesai. Kurang dari 2 jam.

Silahkan Gabung Gan!!..

Silahkan Gabung Gan!!..

Fasilitas hiburan. Kalau selama ini pembayar pajak harus menunggu tanpa kegiatan yang bisa mengurangi bosan, sekarang sudah ada Wi-fi bagi pecinta Hotspot Gratisan.. ๐Ÿ˜€ . Sempat ditest juga, ternyata termasuk cepat. Kalo bosan nge-net, gabung aja di Arena bermain Anak. Atau kalau agak malu, coba perhatikan tingkah lucu bocah didalamnya, mudah-mudahan bisa mengurangi kebosanan. :mrgreen:

Urutan Administrasi lebih tertib. Yang ini sudah berjalan ketika Saya bayar pajak September kemarin. Jauh sebelumnya, urusan administrasi mulai dari daftar, bayar dan terima kembali lembar administrasi dilakukan dalam satu ruangan, sehingga ruang penuh sesak dan berisik.

Sekarang sudah dipisahkan. Untuk Daftar dan Bayar dilakukan di dalam ruangan, sementara pengambilan lembar administrasi diluar ruangan. Hasilnya, jauh lebih tertib.

Mudah-mudahan kedepannya jauh lebih baik lagi. Khusunya untuk calo. Bagi pembayar pajak, karena sekarang prosesnya lebih cepat, jangan ragu untuk bayar pajak sendiri.

Hari Gini Masih Pake Calo??..

Itu kalimat yang Saya ingat dari spanduk di depan kantor SAMSAT Bekasi. Mudah-mudahan bermanfaat.


Jangan menyetir Saat Mabuk??.. PREET!!..

milik detik.com

Berbagai kemarahan sudah dicurahkan banyak orang lewat tulisan sejak tragedi Tugu Tani pada Minggu 22 Januari 2012 lalu.

Dan paling banyak marah karena pengendara ternyata positif sedang dibawah pengaruh Narkoba dan Miras.

Ada juga yang mengeluarkan uneg-uneg menyalahkan pihak berwenang. Yang terheboh adalah menyalahkan Departmen Perdagangan yang dengan mudahnya meluluskan ijin penjualan kendaraan.

Terlepas dari semua itu, om Idog ingin berbagi pengalaman lagi kali ini.

Om Idog jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2008. Waktu itu om Idog terpaksa mudik naik motor dengan barang bawaan berlebih. (Waktu itu lagi emosi, jadi ga kepikir buat ngirim barang via jasa pengiriman..).

Karena kebiasaan Saya yang berangkat mudik dari Cikarang pada tengah malam, dengan perhitungan, Saya akan mencapai pulau Sumatera pada pagi harinya. Dan biasanya semua berjalan lancar kecuali sekali ini.

Dengan beban extra berat, memaksa motor Karisma hanya mampu berlari pada kecepatan 40Km/jam. MENTOK!!. Dan ternyata, berkendara dengan kecepatan dibawah 70Km/jam membuat Saya terserang kantuk. Bahkan Saya sempat tidur dipinggir jalan selama lebih dari setengah jam. Tapi hasilnya tidak lama. Ngantuk lagi.

Ketika perjalanan Saya mencapai Cilegon, ngantuk parah mulai menyerang lagi.. Dan sekitar 2Km menjelang pelabuhan, mata Saya sukses tertutup. Ketika tiba-tiba Saya terbangun, buka mata, TELAT!!. Sekitar 5m di depan Saya ada motor yang sudah memberi sign kanan hendak berbelok, tapi terlalu lambat. Maklum.. waktu sudah jam 5 pagi. Jadi orang merasa aman. Yang mau ngebut ayuh.. yang yang mau nongkrong ditengah jalan juga “Insha-Allah” aman (begitu kali pikiran nih orang).

Dan tumbukan pun tidak bisa dihindari. Beban Saya terlalu berat untuk bermanuver, padahal kecepatan tidak lebih dari 20km/jam.

Dan ajaibnya, setelah tumbukan itu, rasa Kantuk yang tadi nongkrong disekitar Saya, tiba-tiba menghilang ga tau kemana… Benar-benar ga bertanggung jawab!! ๐Ÿ‘ฟ

Tidak heran kalau AS si sopir maut tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Bahkan mengendalikan dirinya sendiri dia sudah tidak mampu. Narkoba, Miras, kurang tidur. Klop Dah..

Kalau Saya yang berkendara pada kecepatan rendah, kemudian terserang kantuk bisa kehilangan kendali, apalagi AS.

Jangan Menyetir saat mabuk.. Omong kosong Gan!!..

Kembali ke pokok. Ada Saya temui pernyataan yang berupa himbauan untuk tidak menyetir pada saat mabuk. Busyet dah Pak.. Boro-boro mo mikirin ga boleh nyetir, sadar juga engga pak. Aneh lho Bapak ini. Begitu kira-kira ngelessnya…

Kalau ada temannya, mungkin temannya bisa mencegah yang bersangkutan untuk menyetir. Tapi kembali lagi, itu bisa dilakukan kalau temannya dalam kondisi sadar. Alias tidak mabuk juga.

Mungkin saran paling baik adalah, bawa teman yang tidak minum dan ngobat, suruh dia mencegah si peminum untuk tidak menyetir saat mabuk. Gimana??? Pasti sukses dah.

Biar ditampol tuh temennya, berani-beraninya ngelarang orang mabok. :mrgreen:

Kalo Saya sih jauh-jauh dari orang mabok. Takut kena gampar. kekeke… ๐Ÿ˜€

Kalau saran yang paling tepat menurut om Idog: Bagi pengendara, kendaraan apapun, JANGAN MABOK.

Ga ada ceritanya orang mabok bisa mikir dengan jernih. Terlepas dari halal/haramnya, buat orang yang biasa berkendara, paling efektif menghindari efek negatif dari mabuk adalah dengan tidak mabuk…

Insha-Allah ga akan terjadi kecelakaan gara-gara teler. Gimana?? Ada yang mau nambahi?? Silahkan.


Menunggu Block Cylinder Atau Nyalakan Dulu….

Kamis hingga Sabtu pekan kemarin, Saya berkeliling Cikarang sampai ke Lippo Cikarang menyambangi bengkel Ahass mencari Suku Cadang dan menanyakan perkiraan biaya untuk perbaikan Karisma.

Block Cylinder, Lengan Piston set (stang seher), Piston Set, klep in/out, Seal Klep, Gasket kit A/B (Packing seal).

Barang langka. Nyolong punya Kaskus….

Dari semua barang diatas, Block Cylinder yang harus menunggu. Bahkan Saya sempat menelpon Ahass pusat di Jl Dewi Sartika-Cililitan, juga kosong. Baru tersedia sekitar 20 hari setelah pemesanan.

Sementara untuk barang lain, meskipun tidak di satu bengkel, masih tersedia.

Karena keadaan motor yang mati total akibat lengan piston seret, sekarang Saya agak bingung. Menyalakan motor lebih dulu dengan memperbaiki (mengganti) lengan piston set, dan mengganti Cylinder kemudian. Atau menunggu Cylinder, dan dirakit bersamaan??..

Lengan piston begini nih yang bikin motor Ane tidur panjang…

Sumber gambar mbah google…

Kalau Saya menunggu Block Cylinder, untuk biaya perakitan mesin Saya lebih hemat. Karena pembongkaran mesin dilakukan satu kali sekaligus. Tapi akan ada pembengkakan disekitar biaya angkutan Saya dari rumah kontrakan ke tempat kerja.

Kalau Saya nyalakan mesin lebih dulu, dan mengganti block cylinder belakangan, akan terjadi dua kali pembongkaran mesin yang biayanya lebih mahal.Tapi Saya bisa menghemat pengeluaran untuk angkutan.

Tapi… untuk opsi kedua, bukan cuma masalah biaya yang harus Saya khawatirkan. Akibat negatif yang bisa terjadi karena pemakaian silinder dan piston yang lama, lebih merisaukan. Seperti pernah Saya tulis sebelumnya disini (klik) piston Karisma sudah memakai piston Kawasaki Kaze. Bentuk Jenongnya tentu menghasilkan kompresi lebih tinggi, dan Saya khawatir tingginya kompresi diruang bakar memaksa lengan piston bekerja lebih keras dari standarnya. Bisa saja lengan piston bermasalah lagi… Justeru lebih berat lagi kalau kekhawatiran Saya terjadi.

Dari hasil diskusi bersama Istri, maka diambillah opsi pertama. Rakit semua bagian yang diganti secara bersamaan. Sehingga akibat negatif bisa dihindari, selebihnya serahkan dalam do’a. ๐Ÿ˜€

Mudah-mudahan lancar…


Uwak dan 80Km/jam pesanannya…

Saat kali pertama mudik sendirian dengan motor ke Lampung, daerah kelahiran Saya.ย  Sudah terlewat beberapa tahun lalu, tapi masih membekas dihati, sampai saat ini.

Sesaat sebelum berangkat ke pulau Jawa, orangtua angkat Saya (Saya panggil beliau dengan sebutan Uwak..) tanya tentang motor Karisma X yang saya tunggangi..

“Paling tinggi, kecepatan berapa motornya..?” tanya beliau sambil tersenyum.. (masih teringat senyum khas beliau waktu itu..)

“110 km/jam Wak…”ย  kalimat ini meluncur dibarengi senyum kebanggan dari bibir Saya. (Ternyata Uwak Saya ini tertarik juga ngomongin kecepatan.ย  Itu yang saya tangkap dari pertanyaan beliau..)

“Pake’nya 80’an aja….” beliau menyambung percakapan kami. (Ooh… jadi malu dalam hati mendengar kalimat yang ini..)

Tadinya Saya pikir Uwak benar-benar tertarik dengan yang namanya Kecepatan. Ternyata Beliau minta Saya untuk berhati-hati dijalan. Sebuah kendaraan yang meluncur lebih dari 80km/jam, menurutnya bukanlah kecepatan yang mudah untuk dikendalikan. Apalagi motor bebek. Dan saya percaya dan yakin, ucapan Beliau 100% benar. Untuk jalan mulus, sepi dan ada jaminan tidak ada hambatan, kecepatan diatasnya mungkin masih diperbolehkan. Tapi perjalanan yang kita tidak pernah tahu hambatan apa yang akan kita lewati, 80 km/jam adalah kecepatan maksimum.

Dengan 80 km/jam, jika terjadi sesuatuย  sehingga memaksa seseorang mengerem mendadak, masih mungkin kendaraan untuk tetap terjaga keseimbangannya dibanding pada kecepatan diatasnya. Semakin cepat suatu kendaraan, semakin panjang jalur yang dibutuhkan untuk menghentikan laju kendaraan dengan aman. Tapi tentu juga dipengaruhi oleh konsentrasi dan kemampuan si pengendara sendiri.

Dalam berkendara, juga ada gerakan menghindari dan menguasai (bermanuver) yang diatur oleh perasaan. Kondisi inilah yang hasilnya dipengaruhi oleh kecepatan.

Apalagi perjalanan jauh, baik sendiri maupun bersama rekan, sebaiknya pakai kecepatan yang aman saja. Daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tentu bukan hal yang menyenangkan jika hanya nama yang mencapai tujuan bukan??.. (amit-amit jabang bayi..)

Sejak itu, Saya berkendara di kecepatan rata-rata 80 km/jam untuk perjalanan jauh dengan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan, dan full trothle pada kondisi jalan “tertentu”. Dan pesanan Almarhum tetap jadi bahan pertimbangan.

OK deh Om… tetap jaga keselamatan diri dan lingkungan. Tingkatkan kepedulian sesama pengguna jalan. Saling mengalah. Semoga bermanfaat…


Yang Asik saat mudik? Full Trothle’nya…

Yup… Mudik ke Lampung, dengan kondisi jalan lebih sepi daripada jalan di pulau jawa, rasanya ga afdhol kalo bawa motor cuma sekitar 60Km/jam… Harus full trothle.

Biarpun bebek, kecepatan ga akan lebih dari 100Km/jam (pake acara dibohongin Speedometr lagi), ga masalah… yang penting gas poll!!. ๐Ÿ˜Ž

Sebelum Saya lanjutkan, perlu dicatat, apa yang Saya tuliskan ini beresiko tinggi, dengan taruhan nyawa. Jadi, mohon jadikan ini sebagai hiburan dan tukar pengalaman saja. JANGAN PERNAH MENIRU!!.ย 

Lanjut!! Biasanya, Saya betot kabel gas hanya diruas jalan tertentu. Yaitu ruas Bakauheni menuju Panjang, dan ruas Bandar Jaya sampai Kotabumi, lainnya tidak. Karena selain di dua ruas jalan yang Saya sebutkan, kondisinya ramai.

Ga ngebut??… Mana tahan…

Hal-hal yang membuat Saya PD adalah, kondisi jalan minim lubang, lebar jalan kira-kira 8m, minim blind spot, lingkungan sepi, yang terakhir tapi yang utama, Insha Allah Saya hapal mana mana daerah yang bisa atau tidak untuk gasspoll.

Tapi ada masa dimana Saya harus menahan gas, karena pada dasarnya jalan bukan milik pribadi. Nah.. Berikut ini adalah kondisi dimana Saya harus bersabar, yang bisa jadi tips bagi pembaca.

Adalah, ketika Saya menemui persimpangan. Karena sesepi apapun, yang namanya persimpangan bisa mengeluarkan sesuatu yang tak terduga. Demi menghindari sesuatu yang tak diinginkan, lebih baik Saya tahan diri.

Beginilah kalo ada mobil truk yang lagi disalip.

Atau ketika mendapati rombongan mobil berat (truk dan semacamnya) yang searah tujuan, hal terbaik adalah tidak memaksakan diri. Memang seru kalau bisa selap-selip diantara truk-truk besar ala koboy jalanan. Tapi karena rombongan mobil seperti ini membentuk titik gelap (blind spot) lebih baik cari aman. Kemungkin juga ada pengendara lain (mobil atau motor) diantaranya, yang berpikiran sama seperti Saya, “Jalan cocok buat gaspoll”. Demi keselamatan, lebih baik dahului mereka dengan perhitungan yang baik. Jangan merasa sendirian.

Selain itu, karena kondisi jalan bagus juga mendorong pengemudi mobil untuk ngebut (terutama mobil besar). Membentuk putaran angin disekitarnya, dan tentu berbahaya untuk motor. Mobil yang lebih kecil juga menjadi pemicu terinjaknya pedal rem. Karena biasanya, Mereka juga sedang dimabuk jalan mulus.

Kalau berpapasan dengan rombongan mobil (baik besar ataupun kecil) dari arah berlawanan, ini juga saat yang tepat untuk menahan diri. Karena kadang tiba-tiba muncul salah satu mobil mengambil lintasan lawan, berkecepatan tinggi mendahului kendaraan lainnya. Kalau Begini, kitalah yang harus mengalah. Karena akibatnya tidak cuma lecet.

Karena kondisi jalan di Lampung kadang turun naik, pada saat akan mencapai puncak bukit, kurangi kecepatan. Karena bukit juga membentuk titik gelap, tentu pandangan kedepan juga terhalang. Kurangi kecepatan, pastikan kondisi lingkungan di depan, baru ambil langkah selanjutnya.

Kangen…

Sekedar tambahan, kecelakaan yang melibatkan motor dan mobil (umumnya mobil besar) di Lampung, kebanyakan berakhir parah. Jadi kalau ada kesempatan bermotor di Lampung, nikmati perjalanan, tetap waspada.

Sekian tulisan Saya, mudah-mudahan bermanfaat. Kalau ada yang kurang, mohon ditambah. Kalau lebih, (yah.. ambil saja lebihnya.)


Mudik Kemarin nih…

Hari mulai biasa lagi setelah pekan kemarin Saya ambil cuti mudik ke Lampung. Baru mulai masuk kerja hari Sabtu. Padahal ijinnya cuma 3 hari, Senin sampai Rabu. Tapi apa daya, kita berencana, Tuhan berkehendak lain. ๐Ÿ˜€

Di artikel sebelumnya,ย  (klik) Saya sudah mengabarkan tentang KarismaX memakai Piston KazeR. Dan sampai dengan hari Kamis tanggal 24 November kemarin, Saya telah membuktikan keberhasilan korter yang kami lakukan. Meskipun masih belum terbukti 100%, setidaknya, dari penggantian oli mesin awal November (menggunakan PrimaXP), dan menempuh Cikarang-Kotabumi-Labuhan Maringgai, kecepatan tinggi (rata2 80Km/jam) oli masih bersisa sekitar 600cc dari 800cc yang dituangkan ke mesin.

Cukup baik mengingat korter sebelumnya yang dengan pemakaian sekitar Cikarang, kecepatan diusahakan tidak lebih dari 60Km/Jam, penggantian tidak lebih dari satu bulan 10 hari, sisa oli di mesin tidak lebih dari 300cc.

Kamis pagi Saya lakukan penggantian oli mesin dengan tujuan memastikan sisa oli mesin karena jarak dan kecepatan. Sengaja Saya lakukan sendiri, menghindari tindakan mekanik yang kadang kurang peduli motor pelanggan. Ternyata justeru tindakan Saya membuahkan keburukan… Ternyata baut penutup oli bagain lubang buang tidak terpasang sempurna, Hasilnya:

Baut Hilang!! ๐Ÿ™„

Parah! Mesin mati total, dimulai dari persimpangan Setu (daerah Cibitung) mesin mulai terasa seperti kehabisan bensin. Tapi masih Saya paksa, akhirnya sampai di pintu tol Cibitung mesin benar-benar meninggal.

Baut pengganti…

Setelah memasang Baut pengganti di bengkel terdekat, Saya langsung meminta mekanik untuk mengisi oli. Tapi ternyata, piston terkunci, tidak mau nyala. Apesnya, mekanik yang melayani Saya, sepertinya kurang pengalaman. Saya minta dia untuk mengalirkan oli ke ruang bakar melalui lubang busi, hasilnya nihil. Saya minta untuk memutar poros kruk-as, dia bilang “ga bisa pak, macet” (padahal belum dicoba..). Parahnya si mekanik ini maksa buat ngengkol mesin. Bahaya nih orang, bisa patah batang engkol Ane… atau malah protol roda gigi di dalamnya…

Hadeuh… kalo begini, mending Ane dorong nih motor ampe Cikarang. Daripada diurus mekanik beginian…

Langsung dah kontak temen di Cikarang, minta tolong siap-siap kalau-kalau terdesak cari pick-up buat angkut motor. Tapi Alhamdulillah… Mekanik yang lebih baik datang, dan mengambil-alih.

Setelah ditunggu sekitar 1 jam dengan harapan, setelah dingin piston akan kembali seperti semula. Hasilnya masih macet. Maka, mau tidak mau ruang bakar dibongkar. Ternyata pen piston berubah bentuk (memuai), sehingga mengunci gerakan piston dan lengan piston. Hasilnya piston tidak mampu bergerak bebas di dalam silinder.

Masalah terbesar baru terasa. Ternyata melepaskan pen piston yang sudah terkunci butuh kesabaran. Sekali lagi, Alhamdulillah Mekaniknya baik dan hati-hati dalam bekerja. Piston di’akalin supaya tidak perlu bongkar blok mesin. Meskipun menghabiskan waktu cukup lama, hasilnya mesin Ane jalan lagi…

gara2 baut sebiji… dapur gagal ngebul…

Ganti pen piston, sementara piston dan lengan piston di reamer lubangnya… terimakasih ya bang Mekanik aka bang Jack. Sudah bersedia meminimalisir pengeluaran Saya.. :mrgreen:

Rencana Mudik akhir tahun pakai motor gatot, alias gagal total. (emang dilarang juga sih…)

Begitulah kisah yang tidak masuk rencana untuk diceritakan, tapi sayang untuk disimpan. Kisah lain dalam masa mudik kali ini, masih dalam rancangan. Mudah-mudahan segera terwujud.

Itu saja. Tetap perhatikan kendaraan kita, selalu cek kondisinya. Apa yang terjadi pada Saya, bukan untuk ditiru… Sekali lagi… BUKAN UNTUK DITIRU…..

Mudah-mudahan bermanfaat.


Body Plastik Rusak, Ini Yang Saya Lakukan.

Bagi pemilik motor bebek, (terutama bebek Honda ๐Ÿ˜€ ) pecah body plastik merupakan hal lumrah. Biasanya, body pecah disambungkan dengan lem (powerGlue). Dari pengalaman yang saya punya, umumnya body yang disambung dengan lem tidak bertahan lama.

Kancing Body Patah.
Kancing Body Patah.

Kalau pecah body terjadi di motor Saya, inilah yang saya lakukan untuk menyambungkannya.

Tambahkan Plastik baru

Diatas, Saya buatkan plastik pengganti yang Saya ambil dari plastik bekas body motor juga. Karena plastik body motor punya kualitas yang bagus dibanding plastik lain. Kalau tidak ada body motor bekas, alternatif lain adalah plastik bekas ember cat. Ini juga plastik berkualitas.

Satukan.

Dan CLING!!.. kancing body motor pun utuh kembali. ๐Ÿ˜€

Diatas adalah alat yang saya pakai. Cara pengerjaannya, rasanya gampang. Jadi tidak perlu Saya jelaskan.

Tambahan Info. Bagian body yang saya perbaiki adalah bagian yang tidak tampak dari luar. Sehingga bisa dilakukan banyak orang, untuk pengerjaan yang tampak dibagian luar, tentu pengerjaannya harus rapi dan butuh waktu lebih karena harus dicat ulang.

Ditambah lagi, ada yang lupa. Untuk pecah body yang membentuk garis, sambungkan/solder bagian dalamnya saja. Cara ini supaya garis tidak semakin memanjang karena getaran, dan mengurangi berisik.

Bagaimana????….. Kere’Aktif sekali khan?? :mrgreen:

Sekian info kecil yang mudah-mudahan bermanfaat.

Kalau ada ide lain, monggo di tukar disini, mudah-mudahan bisa menumbuhkan Kere-‘Kere’Aktif baru.

Terima-kasih…..