Cuma Weblog Entah-entahan

Suka-suka

Video Lucu Lorenzo Gan….

Share video lucu lagi nih… Keterangannya sih satu hari sebelum race di Silverstone.

Tentang Narsisnya Lorenzo, Check it out om…

Jangan lupa di komen ya gan.. minimal Rate ***** lah… :mrgreen:

Hati-hati dengan Tuas Koplingmu… 😀


Sepiring Berdua…

Sepiring BERDUKA.. :mrgreen:

Ini percakapan dua orang Pria bersahabat karib. Dan Alhamdulillah, keduanya telah menikah, Kebetulan salah satunya baru sebulan yang lalu… Inilah percakapan keduanya:
Andre :”Dog…!!”
Idog: “Yap!!..”
Andre : “Gimana sesudah nikah sebulan??.. Kejadian apa yang ga bakal Lu lupain selama sebulan pertama ini?”
Idog : “Hmm… Apa ya??..” sambil mikir… “Mungkin kisah sepiring bedua.” lanjut Idog dgn senyuman..
“Selama sebulan ini, Gua ama Istri kalo makan pake satu piring bedua… Romantis kan??!!…”
Andre : “wuih… So sweet… ”
“Kalo gua dulu sekasur bedua. Soalnya waktu gua nikah dulu, gua baru punya selembar kasur yang ukurannya cuma untuk satu orang. Pepet-pepetan dah pokoknya, ”
“Kalo gua pas disamping tembok, kadang istri suka kegeser turun dari kasur. Ntar Gua jadi perhatian ama Dia.. gitu juga sebaliknya.. Romantis kan!!??…” Cecar si Andre ga mau kalah.
Idog : “Oo… pantes waktu pengantin baru Lu sering masuk angin… Keseringan tidur di Lantai kali Yak..??!! ” cetus Idog dilanjut cengengesan bedua.
Andre : ” Eh Dog, minggu besok Gua main tempat lu ya?.. tapi Gua sendiri, soalnya belakangan istri mulai ga bisa diajak jalan-jalan. Biasa lah.. Hamil tua..”
Idog : “Lama ga?..” Tanya Idog agak ragu.
Andre : “Yah.. ngabisin hari minggu lah.”
Idog : “Wuoo… Jangan. jangan. jangan….”
Andre : “Lah. Kenapa?”
Idog : “Enggak Dah. Ntar Lu makan siang pasti dirumah Gua?. Kalo Gua ama Istri aja makan SEPIRING BEDUA, Giliran ada Elu.. Jadi SEPIRING BETIGA donk??!!…”

Andre : “itu sih Sepiring BERDUKA… ” 😀

Itu aja Om… Mudah-mudahan terhibur… (Sorry ya kalo Garing. 😀 )


Dikala Cikarang Lumpuh

Sekali-kalinya Bebek bisa masuk Tol..... :mrgreen:

Mudah-mudahan hari ini Cikarang normal. Ga seperti kemarin, yang ga ada aktifitas berarti setelah jalan tol Jakarta-Cikampek ditutup oleh buruh. Bahkan sampe shalat jum’at disana.

Cukup sekali kemarin ajalah buruh menutup jalan tol. Sekitar bulan Juni kemarin, aksi buruh memenuhi jalan akses Lippo Cikarang menuju Jababeka aja (klik ke TKP), sudah melumpuhkan Cikarang. Apalagi menutup akses tol Jakarta-Cikampek.

Aduhai buruh, jangan lagi ya…??!! Kan yang hidup di Cikarang bukan cuma Kalian.. Ada siswa Sekolah, Mahasiswa, Sopir, Pedagang, PNS, sebutin aja sendiri satu-satu. Dan mereka semua terganggu karena aksi kalian kemarin. Belum lagi jalan tol yang kalian tutup merupakan jalur utama untuk akses Jakarta ke Jawa. Yang dari jauh pun kena imbasnya. Capee Deh.. (untung ga ada cerita ibu-ibu melahirkan di jalan tol gara-gara ga bisa lewat… 😀 )

Menuntut hak?? Setuju. Demo?? Silahkan. Sweeping?? Ga masalah. Tapi jangan kaya anak kecil donk.. roda yang harus diputar kan ga cuma roda hidup kalian.. Piss..

Aksi buruh kemarin seharusnya ga perlu terjadi. Saya yang dulu juga pernah ikut demo buruh, Jadi eneg liat kejadian kemarin. Entah apalah tujuan menutup jalan tol?? Unjuk kekuatan..?? Cari Simpati..?? Atau emang ga punya cara lain yang lebih cerdas..?? (bukan berarti aksi kemarin bukan aksi cerdas ya.. Tapi itu jalan terakhir. Sementara kan masih diperjuangkan Pemprov Ja-Bar, masa ga percaya sih ama Gubernurnya??..)

Menutup Jalan Tol. Perlu??

Permasalahannya kan antara Buruh dengan Pengusaha, seharusnya targetnya pengusaha. Bukan Khalayak umum. Pemerintah juga sudah menegaskan akan membela kaum buruh..??  Jadi ga perlu merajuk ke pemerintah. Gubernur Jawa Barat memutuskan Banding. Artinya ga diragukan kalo Pemprov mendukung buruh. Masyarakat umum juga tidak mendukung pengusaha.. Jadi ga perlu kan cari simpati ke mereka.. Terus ke siapa aksi kemarin dilakukan??

Kenapa ga dengan mogok kerja aja sih?? Jadi yang rugi cuma Pengusaha aja.. Bukan merugikan semua. Yang perlu tau bahwa Buruh itu aset perusahaan kan cuma pengusaha??

Mereka kemana yak??!!.. Mereka Yang bertanggung Jawab Lho..

Gubernur Jawa Barat. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas SK tentang UMK, harusnya Beliau tetap mengawal. Jangan mengadu domba antara pengusaha dan buruh. Membiarkan aksi buruh kemarin, sama saja dengan meninggalkan tanggung jawab.

Bupati Bekasi Kabupaten. Beliau juga harusnya bisa meyakinkan buruh untuk tidak melakukan aksi konyol kemarin. Sebagai orang no. 1 di Bekasi dan selalu gembar-gembor mendukung buruh, harusnya Beliau turun meyakinkan buruh bahwa hak mereka pasti diperjuangkan dan memastikan semua berjalan semestinya.

Serikat Pekerja. Badan yang dibentuk untuk menjadi penengah antara buruh dan pengusaha, orang-orang yang dipilih untuk mencegah kejadian seperti kemarin, orang-orang yang seharusnya bisa meyakinkan buruh bahwa mereka bisa dipercaya, orang-orang yang mestinya berjuang untuk buruh dan juga pengusaha, tapi kok aktifitasnya menggalang massa??

Ah Entahlah… Yang jelas. Mudah-mudahan cukup sekali ini saja aksi menutup jalan Tol dan fasilitas umum terjadi.


Ooo.. Mio-Fino Itu bukan Retro Tho!!??…

Sapa tau ada yang bisa kasih pencerahan…

Bandung – Sebelum motor Yamaha Mio Fino, Honda sudah terlebih dulu meluncurkan motor retro Scoopy di Indonesia. Meski kalah cepat dari Honda, Yamaha menuturkan mereka tidak cuma sekedar latah mengikuti tren.

“Varian ini mengisi kekosongan dari segmen klasik Yamaha. Dan bila ada yang mengatakan kami mengikuti produsen lain, itu tidak benar. Karena lahirnya Mio Fino ini merupakan hasil strategi marketing kita. Dan produsen lainnya juga memiliki strategi,” kilah GM Marketing Communication and Community Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Eko Prabowo di Bandung.

Saat ditanyakan apakah dengan lahirnya Mio Fino bisa mengalahkan produsen Jepang lainnya, yang lebih dulu mengusung varian retro terlebih dahulu, lelaki murah senyum ini menjawab dengan santai. “Lihat saja nanti biar masyarakat yang menilai,” tutupnya.

Sebelumnya Yamaha menilai tren motor retro ketinggalan 3 tahun. “Kita tidak tahu siapa yang jadul, karena tren motor retro itu 3 tahun yang lalu di Indonesia, bukan sekarang (tahun 2010),” ujar Presiden Direktur Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti di 2010 lalu saat skutik Xeon pertama kali keluar.
Angin pun mulai berubah. Dan Yamaha pun tidak mau menyebut Fino sebagai motor retro melainkan motor klasik. Yamaha menargetkan penjualan Mio Fino sebanyak 20 ribu unit per bulan. Ada 3 varian Mio Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion dibanderol seharga Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan seharga Rp 13,65 juta.

Sumber (klik)

Detik belum kenal YIMM ya??.. Jangan-jangan artikel kadaluarsa nih. Masih pake YMKI.. 😀

Terlepas dari itu, patut di apresiasi langkah Yamaha yang menyediakan lebih banyak pilihan motor di Indonesia…

Jangan ketawa terlalu lebar ya… Cukup senyum aja.


RDB, Antara Manfaat dan Gaya

Siapa yang ga kesengsem dengan tampilan modis RDB alias cakram belakang??..Keren, Pakem. Apalagi??

Nonton langkah Honda selama empat-lima tahun terakhir, Salute dah!!.. Banyak jempol buat pabrikan satu ini. Mulai dari ngasih cakram ke roda belakang Tiger, pasang juga di salah satu varian Supra125nya, nelorin CS1, menggebrak pasar dengan NMP, terakhir baru dah bebek-bebeknya dikasih sepatu baru. Kemudian lanjut ke Injeksi. Soal flagship, tenang… Ga ada yang meragukan kalo tahun ini akan ada rombakan besar pada Tiger. Segalanya terkesan terencana dengan baik, seiring sejalan.

Masih Butuh RDB???…

Gimana Yamaha??.. Semua boleh bingung dah. Sportnya semua kompak pake Sendal (tromol), eh malah NJMX pake sepatu (cakram) sendirian. 😀

Tapi sebetulnya ga perlu terlalu lebay lah menyikapi tromol Yamaha. Bagi yang pernah nyicipin motor Yamaha varian apapun, Insha-Allah semua setuju kalo om Idog bilang bahwa Tromol Yamaha paling Jos diantara rem produk kompetitor. Malah mungkin setara dengan rem Cakram (pendapat pribadi yang agak lebay..).

Kalo pake motor Yamaha, ga perlu bejeg rem dalem-dalem. Teken dikit aja, udah ngunci kok ban belakangnya :mrgreen: .

Ga perlu cakram, pake tromol aja udah bisa ngepot kok…

Bahkan ada teman yang PD kebut-kebutan pake RX-King tanpa rem depan. Tinggal Ane yang dibonceng rasa-rasa jantungnya ketinggalan dibelakang. Dan Saya rasa rata-rata pemakai motor yamaha tetap PD meskipun rem depannya bermasalah.

Jadi, kalo dilihat dari segi manfaat, pemasangan cakram pada rem belakang motor Yamaha sebenarnya Mubazir. Bener ga??.. Buat apa coba mahal mahal pasang rem cakram, sementara rem tromol sudah cukup, malah lebih.

Kalo Honda pasang rem Cakram belakang, karena memang kwalitas pengereman motor Honda ga spakem rem tromol Yamaha.. Jadi bukan hal yang mubazir buat Honda.

Usul Saya buat Yamaha, silahkan pertahankan rem tromol. Tapi harus ada pengajaran ke masyarakat. Kalo bisa, jadikan rem tromol sebagai bagian tak terpisahkan dari Yamaha.

Itu kalo kita ngomong dari segi manfaat. Dari segi gaya, sepertinya Yamaha ga boleh menyepelekan hal satu ini. Karena penikmat motor, lebih suka motor dengan rem cakram belakang. Tanpa perduli seberapa butuh mereka akan rem tersebut.

Gimana sodara-sodara??.. Ada pendapat lain?


Menunggu Block Cylinder Atau Nyalakan Dulu….

Kamis hingga Sabtu pekan kemarin, Saya berkeliling Cikarang sampai ke Lippo Cikarang menyambangi bengkel Ahass mencari Suku Cadang dan menanyakan perkiraan biaya untuk perbaikan Karisma.

Block Cylinder, Lengan Piston set (stang seher), Piston Set, klep in/out, Seal Klep, Gasket kit A/B (Packing seal).

Barang langka. Nyolong punya Kaskus….

Dari semua barang diatas, Block Cylinder yang harus menunggu. Bahkan Saya sempat menelpon Ahass pusat di Jl Dewi Sartika-Cililitan, juga kosong. Baru tersedia sekitar 20 hari setelah pemesanan.

Sementara untuk barang lain, meskipun tidak di satu bengkel, masih tersedia.

Karena keadaan motor yang mati total akibat lengan piston seret, sekarang Saya agak bingung. Menyalakan motor lebih dulu dengan memperbaiki (mengganti) lengan piston set, dan mengganti Cylinder kemudian. Atau menunggu Cylinder, dan dirakit bersamaan??..

Lengan piston begini nih yang bikin motor Ane tidur panjang…

Sumber gambar mbah google…

Kalau Saya menunggu Block Cylinder, untuk biaya perakitan mesin Saya lebih hemat. Karena pembongkaran mesin dilakukan satu kali sekaligus. Tapi akan ada pembengkakan disekitar biaya angkutan Saya dari rumah kontrakan ke tempat kerja.

Kalau Saya nyalakan mesin lebih dulu, dan mengganti block cylinder belakangan, akan terjadi dua kali pembongkaran mesin yang biayanya lebih mahal.Tapi Saya bisa menghemat pengeluaran untuk angkutan.

Tapi… untuk opsi kedua, bukan cuma masalah biaya yang harus Saya khawatirkan. Akibat negatif yang bisa terjadi karena pemakaian silinder dan piston yang lama, lebih merisaukan. Seperti pernah Saya tulis sebelumnya disini (klik) piston Karisma sudah memakai piston Kawasaki Kaze. Bentuk Jenongnya tentu menghasilkan kompresi lebih tinggi, dan Saya khawatir tingginya kompresi diruang bakar memaksa lengan piston bekerja lebih keras dari standarnya. Bisa saja lengan piston bermasalah lagi… Justeru lebih berat lagi kalau kekhawatiran Saya terjadi.

Dari hasil diskusi bersama Istri, maka diambillah opsi pertama. Rakit semua bagian yang diganti secara bersamaan. Sehingga akibat negatif bisa dihindari, selebihnya serahkan dalam do’a. 😀

Mudah-mudahan lancar…


Bebek Karisma Sekarang…

Setelah hampir dua bulan fokus pada kesibukan menikah, kehidupan Saya mulai normal kembali. Dan Karisma mulai harus diperhatikan dengan serius. Karena tanpa Karisma, hubungan Saya dan Istri agak renggang :mrgreen: .

Tadi malam, Saya bongkar head cylinder untuk memastikan kerusakan yang menyebabkan meninggalnya mesin. Ternyata penyebab utamanya adalah macetnya gerakan lengan Piston pada bagian kruk as, sehingga gerak turun-naik piston tidak lancar. Untuk memperbaikinya, harus bongkar mesin full alias turun mesin.

Bukan kruk-as Karisma, hanya Contoh.

sumber gambar disini (klik).

Bagian yang dilingkar adalah bagian yang macet. Menyebabkan piston tidak bergerak dengan baik, mesin tidak bisa nyala.

Sekedar Info, biaya bongkar mesin full Rp150.000, harga satu set lengan piston kira-kira Rp230.000, biaya seting lengan piston Rp45.000, dan harga gasket kit A/B Rp109.000.  Total Rp534.000.

Biaya ini hanya untuk menghidupkan kembali Karisma, dengan standar harga Ahass. Belum sampai tahap mengganti block cylinder. Perencanaan harus matang nih. Kalo nggak, bisa jebol pengeluaran.

OK deh. Om Idog mau pulang dulu. Mudah-mudahan bermanfaat….