Cuma Weblog Entah-entahan

Coretan pribadi

Tutut/Kuwl/Keong Sawah = Obat Sakit Kuning…

Udah lama pengen nulis tentang ini.  Tapi karena kabar yang didapat baru sebatas “katanya”, dan keterbatasan pengetahuan, Saya agak ragu. Tapi mudah-mudahan ada yang bisa kasih kabar lebih jelas.

Kuwl (daerah Lampung) ato Tutut (daerah Jawa) alias keong sawah, adalah jenis siput yang biasa hidup di area persawahan atau air berlumpur yang aliranannya tidak deras. Berukuran sebesar jempol tangan atau lebih kecil. Berwarna hitam kehijauan, bercangkang tebal (jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya), mengerucut dibagian belakangnya.

Ada juga jenis siput sawah lainnya disebut Keong Emas. Berwarna kuning, berukuran bola golf, bisa lebih besar. Yang membedakan antara keduanya, warna dan bentuk cangkangnya. Bentuk cangkang Keong Emas lebih membulat, sementara Kuwl lebih mengerucut. Cangkang keong emas terlihat lebih tipis, karena ukurannya lebih besar.

Berikut ini Kutipan dari jurnal Warta Konservasi Volume 14 No. 3, Juli 2006, tentang Lahan Basah dari Wetlands International. (Dikutip dari Sini)

Sawah sebagai salah satu tipe lahan basah buatan tidak hanya berperan penting dalam menyediakan jenis-jenis tanaman menyehatkan, namun juga merupakan tempat hidup berbagai binatang air, mulai dari Protozoa (binatang bersel tunggal) sampai vertebrata (binatang bertulang belakang) seperti ikan dan katak. Moluska (keong-keongan dan kerang serta kerabatnya) termasuk juga binatang yang memanfaatkan sawah sebagai tempat hidupnya. Moluska yang hidup di perairan tawar dapat dijabarkan ke dalam kelas Gastropoda yang kita kenal dengan nama keong (bercangkang tunggal) dan kelas Pelecypoda/Bivalvia atau kerang (cangkangnya berkeping dua). Dari catatan pustaka, moluska air tawar yang pernah ditemukan hidup di perairan sawah, ada sebanyak 32 jenis (27 jenis Gastropoda dan 5 jenis Pelecypoda/Bivalvia). Moluska bercangkang tunggal, terdiri dari dua kelompok, yaitu Operculata yang dilengkapi operkulum (penutup cangkang) dan Pulmonata, yang tanpa operkulum.

Kuwl (marga Bellamya) termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal yang berdasar lumpur serta ditumbuhi rerumputan air, dengan aliran air yang lamban, misalnya sawah, rawarawa, pinggir danau dan pinggir sungai kecil. Binatang ini lebih menyukai perairan yang airnya jernih dan bersih. Ada dua jenis dari marga Bellamya yang hidup di sawah, yaitu Tutut (Kuwl) jawa (Bellamya javanica) dengan sebaran di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan Filipina, dan Tutut (Kuwl) sumatera (Bellamya sumatrensis) yang sebarannya mencakup Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatera dan Jawa).

Keong suku Viviparidae ini bisa memiliki tinggi cangkang sampai 40 mm dengan diameter 15-25mm; bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan. Puncak cangkang agak runcing; tepi-cangkang menyiku tumpul pada yang muda; jumlah seluk 6-7, agak cembung, seluk akhir besar. Mulut membundar, tepinya bersambung, tidak melebar, umumnya hitam. Operkulum agak bundar telur, tipis, agak cekung, coklat kehitaman.

Gizi Tinggi.

Kuwl mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor Kuwl dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, tubuh Kuwl juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Dengan pengelolaan yang tepat, Kuwl dapat dijadikan sumber protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi, kambing atau ayam.

(Sumber : Klik)

Makanan Lezat.

Hmmm… Mantap!!

Bagi yang tinggal di daerah, makanan dari olahan Kuwl tidaklah asing. Saya kurang tau bumbu yang dipakai untuk memasaknya, tapi dari internet saya dapatkan seperti ini:

Sebelum dimasak, bagian ujung kerucut spiralnya dipotong sedikit dengan pisau (tujuannya untuk membuang kotoran. lihat gambar pertama ditunjuk dengan no.1). Kemudian direbus hingga matang bersama bumbu salam, séréh, Lengkuas dan santan kelapa. Setelah matang siap dimakan, yaitu dengan cara disedot seketika (disedot menghentak). Daging Kuwl bisa keluar dan langsung masuk ke mulut, untuk ini jugalah kenapa bagian buntut cangkangnya harus dipotong supaya angin bisa masuk.

Yang paling nikmat dari Kuwl ini, adalah proses makannya. Disedot menghentak dari bagian depan Kuwl (lihat gambar pertama ditunjuk dengan no.2). Sluurrppp!! 😀

Kalo ga bisa disedot, ya congkel aja pake lidi, ato tusuk gigi.

Di Cikarang mungkin banyak, karena Cikarang masih banyak sawah. Ntar kapan-kapan cari ah…

Obat Untuk Sakit Kuning.

Sakit Kuning atau sakit Lever (hati), sering kita dengar. Karena pemahaman Saya kurang, mohon maaf jika penjelasaanya kurang. Yang Saya tau, penyebabnya adalah terganggunya fungsi hati. Setiap racun yang masuk kedalam tubuh akan diurus oleh hati, jika terlalu banyak racun, rusaklah fungsinya.

Terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan dan alkohol juga bisa memicu penyakit ini. (coba baca kemasan obat yang dijual pasaran. Biasanya ada peringatan bagi penderita fungsi hati)

Warna kuningnya disebabkan oleh zat Bilirubin yang harusnya di metabilisme oleh hati, tapi karena fungsinys yang terganggu, Bilirubin dalam tubuh meningkat dan menyebabkan warna kuning.

Mengenai Manfaatnya untuk menyembuhkan Sakit Kuning, baru Saya dapat sebatas “katanya” berdasarkan pengalaman. Kebetulan salah satu anggota Keluarga Saya pernah mengalami Sakit Kuning parah. Sampai opname di Rumah Sakit. Kejadiannya sendiri saat Saya masih kecil.

Menurut kabarnya, sebelum mengkonsumsi Kuwl, pernah juga mengkonsumsi bermacam obat, tapi tidak terlalu baik. Hasilnya membaik ketika mengkonsumsi Kuwl ini. Sehingga diklaim sebagai obat yang mujarab untuk sakit kuning.

Nah… Bagi pembaca yang mungkin kerabatnya sedang menderita sakit kuning, silahkan dicoba. Mudah-mudahan berkhasiat.

Sekian dulu dari om Idog. Mudah-mudahan bermanfaat….

Catatan: Terinspirasi dari kabar tentang Mang Udien  Disini (klik). Mudah-mudahan cepat sembuh….

Sumber gambar dari Sini


Sepiring Berdua…

Sepiring BERDUKA.. :mrgreen:

Ini percakapan dua orang Pria bersahabat karib. Dan Alhamdulillah, keduanya telah menikah, Kebetulan salah satunya baru sebulan yang lalu… Inilah percakapan keduanya:
Andre :”Dog…!!”
Idog: “Yap!!..”
Andre : “Gimana sesudah nikah sebulan??.. Kejadian apa yang ga bakal Lu lupain selama sebulan pertama ini?”
Idog : “Hmm… Apa ya??..” sambil mikir… “Mungkin kisah sepiring bedua.” lanjut Idog dgn senyuman..
“Selama sebulan ini, Gua ama Istri kalo makan pake satu piring bedua… Romantis kan??!!…”
Andre : “wuih… So sweet… ”
“Kalo gua dulu sekasur bedua. Soalnya waktu gua nikah dulu, gua baru punya selembar kasur yang ukurannya cuma untuk satu orang. Pepet-pepetan dah pokoknya, ”
“Kalo gua pas disamping tembok, kadang istri suka kegeser turun dari kasur. Ntar Gua jadi perhatian ama Dia.. gitu juga sebaliknya.. Romantis kan!!??…” Cecar si Andre ga mau kalah.
Idog : “Oo… pantes waktu pengantin baru Lu sering masuk angin… Keseringan tidur di Lantai kali Yak..??!! ” cetus Idog dilanjut cengengesan bedua.
Andre : ” Eh Dog, minggu besok Gua main tempat lu ya?.. tapi Gua sendiri, soalnya belakangan istri mulai ga bisa diajak jalan-jalan. Biasa lah.. Hamil tua..”
Idog : “Lama ga?..” Tanya Idog agak ragu.
Andre : “Yah.. ngabisin hari minggu lah.”
Idog : “Wuoo… Jangan. jangan. jangan….”
Andre : “Lah. Kenapa?”
Idog : “Enggak Dah. Ntar Lu makan siang pasti dirumah Gua?. Kalo Gua ama Istri aja makan SEPIRING BEDUA, Giliran ada Elu.. Jadi SEPIRING BETIGA donk??!!…”

Andre : “itu sih Sepiring BERDUKA… ” 😀

Itu aja Om… Mudah-mudahan terhibur… (Sorry ya kalo Garing. 😀 )


Jangan menyetir Saat Mabuk??.. PREET!!..

milik detik.com

Berbagai kemarahan sudah dicurahkan banyak orang lewat tulisan sejak tragedi Tugu Tani pada Minggu 22 Januari 2012 lalu.

Dan paling banyak marah karena pengendara ternyata positif sedang dibawah pengaruh Narkoba dan Miras.

Ada juga yang mengeluarkan uneg-uneg menyalahkan pihak berwenang. Yang terheboh adalah menyalahkan Departmen Perdagangan yang dengan mudahnya meluluskan ijin penjualan kendaraan.

Terlepas dari semua itu, om Idog ingin berbagi pengalaman lagi kali ini.

Om Idog jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2008. Waktu itu om Idog terpaksa mudik naik motor dengan barang bawaan berlebih. (Waktu itu lagi emosi, jadi ga kepikir buat ngirim barang via jasa pengiriman..).

Karena kebiasaan Saya yang berangkat mudik dari Cikarang pada tengah malam, dengan perhitungan, Saya akan mencapai pulau Sumatera pada pagi harinya. Dan biasanya semua berjalan lancar kecuali sekali ini.

Dengan beban extra berat, memaksa motor Karisma hanya mampu berlari pada kecepatan 40Km/jam. MENTOK!!. Dan ternyata, berkendara dengan kecepatan dibawah 70Km/jam membuat Saya terserang kantuk. Bahkan Saya sempat tidur dipinggir jalan selama lebih dari setengah jam. Tapi hasilnya tidak lama. Ngantuk lagi.

Ketika perjalanan Saya mencapai Cilegon, ngantuk parah mulai menyerang lagi.. Dan sekitar 2Km menjelang pelabuhan, mata Saya sukses tertutup. Ketika tiba-tiba Saya terbangun, buka mata, TELAT!!. Sekitar 5m di depan Saya ada motor yang sudah memberi sign kanan hendak berbelok, tapi terlalu lambat. Maklum.. waktu sudah jam 5 pagi. Jadi orang merasa aman. Yang mau ngebut ayuh.. yang yang mau nongkrong ditengah jalan juga “Insha-Allah” aman (begitu kali pikiran nih orang).

Dan tumbukan pun tidak bisa dihindari. Beban Saya terlalu berat untuk bermanuver, padahal kecepatan tidak lebih dari 20km/jam.

Dan ajaibnya, setelah tumbukan itu, rasa Kantuk yang tadi nongkrong disekitar Saya, tiba-tiba menghilang ga tau kemana… Benar-benar ga bertanggung jawab!! 👿

Tidak heran kalau AS si sopir maut tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Bahkan mengendalikan dirinya sendiri dia sudah tidak mampu. Narkoba, Miras, kurang tidur. Klop Dah..

Kalau Saya yang berkendara pada kecepatan rendah, kemudian terserang kantuk bisa kehilangan kendali, apalagi AS.

Jangan Menyetir saat mabuk.. Omong kosong Gan!!..

Kembali ke pokok. Ada Saya temui pernyataan yang berupa himbauan untuk tidak menyetir pada saat mabuk. Busyet dah Pak.. Boro-boro mo mikirin ga boleh nyetir, sadar juga engga pak. Aneh lho Bapak ini. Begitu kira-kira ngelessnya…

Kalau ada temannya, mungkin temannya bisa mencegah yang bersangkutan untuk menyetir. Tapi kembali lagi, itu bisa dilakukan kalau temannya dalam kondisi sadar. Alias tidak mabuk juga.

Mungkin saran paling baik adalah, bawa teman yang tidak minum dan ngobat, suruh dia mencegah si peminum untuk tidak menyetir saat mabuk. Gimana??? Pasti sukses dah.

Biar ditampol tuh temennya, berani-beraninya ngelarang orang mabok. :mrgreen:

Kalo Saya sih jauh-jauh dari orang mabok. Takut kena gampar. kekeke… 😀

Kalau saran yang paling tepat menurut om Idog: Bagi pengendara, kendaraan apapun, JANGAN MABOK.

Ga ada ceritanya orang mabok bisa mikir dengan jernih. Terlepas dari halal/haramnya, buat orang yang biasa berkendara, paling efektif menghindari efek negatif dari mabuk adalah dengan tidak mabuk…

Insha-Allah ga akan terjadi kecelakaan gara-gara teler. Gimana?? Ada yang mau nambahi?? Silahkan.


Menunggu Block Cylinder Atau Nyalakan Dulu….

Kamis hingga Sabtu pekan kemarin, Saya berkeliling Cikarang sampai ke Lippo Cikarang menyambangi bengkel Ahass mencari Suku Cadang dan menanyakan perkiraan biaya untuk perbaikan Karisma.

Block Cylinder, Lengan Piston set (stang seher), Piston Set, klep in/out, Seal Klep, Gasket kit A/B (Packing seal).

Barang langka. Nyolong punya Kaskus….

Dari semua barang diatas, Block Cylinder yang harus menunggu. Bahkan Saya sempat menelpon Ahass pusat di Jl Dewi Sartika-Cililitan, juga kosong. Baru tersedia sekitar 20 hari setelah pemesanan.

Sementara untuk barang lain, meskipun tidak di satu bengkel, masih tersedia.

Karena keadaan motor yang mati total akibat lengan piston seret, sekarang Saya agak bingung. Menyalakan motor lebih dulu dengan memperbaiki (mengganti) lengan piston set, dan mengganti Cylinder kemudian. Atau menunggu Cylinder, dan dirakit bersamaan??..

Lengan piston begini nih yang bikin motor Ane tidur panjang…

Sumber gambar mbah google…

Kalau Saya menunggu Block Cylinder, untuk biaya perakitan mesin Saya lebih hemat. Karena pembongkaran mesin dilakukan satu kali sekaligus. Tapi akan ada pembengkakan disekitar biaya angkutan Saya dari rumah kontrakan ke tempat kerja.

Kalau Saya nyalakan mesin lebih dulu, dan mengganti block cylinder belakangan, akan terjadi dua kali pembongkaran mesin yang biayanya lebih mahal.Tapi Saya bisa menghemat pengeluaran untuk angkutan.

Tapi… untuk opsi kedua, bukan cuma masalah biaya yang harus Saya khawatirkan. Akibat negatif yang bisa terjadi karena pemakaian silinder dan piston yang lama, lebih merisaukan. Seperti pernah Saya tulis sebelumnya disini (klik) piston Karisma sudah memakai piston Kawasaki Kaze. Bentuk Jenongnya tentu menghasilkan kompresi lebih tinggi, dan Saya khawatir tingginya kompresi diruang bakar memaksa lengan piston bekerja lebih keras dari standarnya. Bisa saja lengan piston bermasalah lagi… Justeru lebih berat lagi kalau kekhawatiran Saya terjadi.

Dari hasil diskusi bersama Istri, maka diambillah opsi pertama. Rakit semua bagian yang diganti secara bersamaan. Sehingga akibat negatif bisa dihindari, selebihnya serahkan dalam do’a. 😀

Mudah-mudahan lancar…


Bebek Karisma Sekarang…

Setelah hampir dua bulan fokus pada kesibukan menikah, kehidupan Saya mulai normal kembali. Dan Karisma mulai harus diperhatikan dengan serius. Karena tanpa Karisma, hubungan Saya dan Istri agak renggang :mrgreen: .

Tadi malam, Saya bongkar head cylinder untuk memastikan kerusakan yang menyebabkan meninggalnya mesin. Ternyata penyebab utamanya adalah macetnya gerakan lengan Piston pada bagian kruk as, sehingga gerak turun-naik piston tidak lancar. Untuk memperbaikinya, harus bongkar mesin full alias turun mesin.

Bukan kruk-as Karisma, hanya Contoh.

sumber gambar disini (klik).

Bagian yang dilingkar adalah bagian yang macet. Menyebabkan piston tidak bergerak dengan baik, mesin tidak bisa nyala.

Sekedar Info, biaya bongkar mesin full Rp150.000, harga satu set lengan piston kira-kira Rp230.000, biaya seting lengan piston Rp45.000, dan harga gasket kit A/B Rp109.000.  Total Rp534.000.

Biaya ini hanya untuk menghidupkan kembali Karisma, dengan standar harga Ahass. Belum sampai tahap mengganti block cylinder. Perencanaan harus matang nih. Kalo nggak, bisa jebol pengeluaran.

OK deh. Om Idog mau pulang dulu. Mudah-mudahan bermanfaat….


Karisma 4-12-2011.

Kisah lanjutan tentang karisma seminggu setelah kejadian jatuhnya baut penutup oli bagian bawah mesin (klik ke TKP). Karena kesibukan menjelang pernikahan tahun lalu, Saya baru sempat menuliskannya.

Setelah diperbaiki di bengkel di Cibitung dan terlihat normal, ternyata masalahnya ga seringan yang dikira. Pada Minggu 4 Desember 2011, mesin meninggal saat dipakai. Untung saja baru sampai di Cibitung. Jadi masih terhitung dekat.

Sedang dalam masa sibuk-sibuknya, eh malah ngambek nih Bebek. Padahal tidak pernah terbersit sedikitpun dihati Saya untuk meninggalkannya, meskipun tawaran ganti motor pernah disodorkan oleh kakak, meskipun Saya akan menikah, meskipun CS1 terlihat lebih keren. Tetap saja 7 tahun bersamanya (bebek karisma), lebih berharga dibanding CBR250 sekalipun. (lebay sangat… 😀 )

Untuk Cinta Saya pada Karisma, Insha-Allah Saya akan merekondisi mesinnya. Biar muda lagi…

Ganti satu set Stang Seher (Conecting Rod kit), Block Silinder, Piston set, klep in/out, dan ganti bosh klep (guide valve) kalo perlu.

Rencana ini sudah ada sejak awal November, dan sekarang tidak bisa ditunda lagi. Seminggu terakhir Saya mulai mencari tau harga suku cadang dan perkiraan biaya jasanya. Supaya lebih afdhal, semua Saya tanya di Ahass, dan rincian biayanya kira-kira Rp1,2jt. 😯 🙄

Mudah-mudahan terlaksana…


Status Baru Nih Om…

31 Desember 2011

How do I look Om??!! Tampan kan?? 😀

Alhamdulillah…

Itu kata yang keluar setelah Qabul yang Saya ucap di anggap sah oleh saksi. Dan udah ga sabar rasanya mo ngumumin ke semua orang tentang status baru ini.

Seperti harapan kebanyakan orang, mudah-mudahan Saya bisa mengemban tugas dengan baik. Membentuk Keluarga Sakinah-Mawaddah-Warrohmah, menjalankan Keluarga yang di Sayang, di Ridho-i, di Berkah-i, dan di tuntun oleh Sang Pemilik Hidup. Serta mengarahkan keluarga pada Kesuksesan Dunia-Akhirat. Aamiin…

Mohon Do’a Restunya ya Om….

Kalo ada yang mau ngirim Amplop, ga usah malu-malu. Tanya aja no Rek.nya. Ane punya kok…. He… (sejak kapan yak kirim amplop pake no Rek.??)

Itulah kabar tentang keBahagiaan yang sedang berlabuh di kehidupan om Idog.