Cuma Weblog Entah-entahan

Coretan Islam

BENARKAH SYARI’AT ISLAM TIDAK MANUSIAWI? (Menyoal Sembelih) #COPAS

Oleh :

Nanung Danar Dono

PhD student at College of Medical, Veterinary, and Life Sciences

University of Glasgow, Scotland, UK

Last edited : 25th March, 2011

SUMBER

Assalaamu ‘alaikum wr.wb.

Kita semua tahu bahwa setiap tahun umat Islam merayakan ibadah Qurban. Ibadah tersebut merupakan perwujudan persembahan terbaik kita kepada Allah Swt. Ibadah Qurban dilaksanakan melalui prosesi penyembelihan hewan qurban (sapi, kambing, domba, unta, dll.) dengan cara tertentu. Daging-daging binatang qurban tersebut dibagi-bagikan kepada fakir miskin, masyarakat, dan sanak kerabat.

Akan tetapi, kebiasaan baik ini sering dikaitkan dengan suatu hadits ‘unik’ yang sering ‘diartikan lain’ oleh nonMuslim. Hadist tersebut berbunyi: Rasulullah SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan (ihsan) pada segala sesuatu, maka jika kalian membunuh hendaklah kalian berbuat ihsan dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih, maka hendaklah berbuat ihsan dalam menyembelih, (yaitu) hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya agar meringankan binatang yang disembelihnya” (HR. Muslim).

Hadits ini nampaknya agak sulit untuk dijelaskan. Betapa tidak, di dalamnya terkandung kalimat bahwa seakan Allah memerintahkan kita untuk ‘membunuh’, apalagi ada kata-kata, “…tajamkanlah pisaunya…!” Bukankah ini menunjukkan bahwa umat Islam memang dilatih untuk membunuh dengan kejam. Bahkan yang lebih nyata lagi, ada kalimat, “…meringankan binatang yang disembelih!” (Aneh, bukan?! Masak membunuh koq pakai kalimat basa-basi ‘meringankan binatang yang disembelih’! Padahal kita tahu, disembelih khan tentunya sakit sekali!?).

Bagi kita, apapun haditsnya, bagaimanapun isinya, apapun konteksnya, yang jelas hadits ini adalah sebuah hadits shahih. Sebagai umat Islam, kita harus meyakini bahwa Syari’at Islam adalah syari’at yang ya’lu walaa yu’la ‘alaihi (yang terbaik dan paling baik dibandingkan yang lain).

Akan tetapi, keyakinan kita sangat berbeda dengan pendapat orang-orang Barat (Yahudi dan Nashrani). Menurut mereka, Syari’at Islam adalah contoh nyata betapa Islam betul-betul tidak manusiawi dan kelompok Islam adalah kelompok orang bejat, bengis, suka berbuat kejam, dan suka menganiaya binatang ternak. Bisa dibayangkan bahwa setiap tahun umat Islam mengikat sekelompok ternak, kemudian membantainya secara beramai-ramai. Ternak-ternak tersebut tidak berdaya, hanya bisa meronta-ronta, hanya mengerang-erang kesakitan. Betapa teganya orang Islam…!

Menurut mereka, kalau kita ingin mengkonsumsi daging binatang ternak, maka haruslah dengan cara yang baik, tidak dengan menyiksa atau menganiaya ternak semacam itu. Cara yang terbaik, menurut mereka, adalah dengan memingsankan ternak terlebih dahulu, untuk selanjutnya disembelih setelah tidak sadar (pingsan). Pemingsanan dapat dilakukan dengan berbagai alat pemingsan, seperti : stunning gun, pembiusan, atau menggunakan arus listrik. Setelah pingsan, hewan tersebut tidak akan merasa kesakitan. Cara seperti ini mereka yakini sebagai cara yang terbaik, karena hewan tidak meronta-ronta, tidak nampak kesakitan, tidak nampak teraniaya, dan ‘sepertinya’ tidak merasakan sakit (karena telah pingsan).

Metode pemingsanan yang dikatakan terbaik yang sering mereka lakukan adalah dengan cara memukul bagian tertentu di kepala ternak dengan kecepatan tertentu dan beban tertentu. Alat yang dipakai untuk membuat pingsan adalah Captive Bolt Pistol (CBP). Cara inilah yang mereka klaim sebagai cara terbaik dan paling manusiawi. Selain itu, cara ini dapat melindungi pekerja dari kemungkinan kecelakaan.

Begitulah tuduhan dan hujatan mereka, dan nampaknya sangat sulit bagi kita untuk ‘membela diri’. Bahkan mungkin kita pun tidak bisa mengelak, atau bahkan mungkin sebagian dari kita malah membenarkan tuduhan tersebut! Na’udzu billaahi min dzaalika!

Lalu, bagaimana cara menyikapinya? Menolak tanpa bisa memberi argumen (bantahan) atau menerima dengan setengah hati? Sebegitu-sulitkah kita meyakinkan diri bahwa Syari’at Islam adalah syari’at yang terbaik? Ingatlah akan firman Allah Swt. dalam QS. Al Baqoroh (2) : 120 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah rela, hingga kamu mengikuti millah (keinginan) mereka…!”

Secara nyata dalam ayat tersebut Allah tegaskan bahwa orang-orang Barat (terutama Yahudi dan Nashrani) selalu mencari-cari peluang dan kelemahan Islam. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menjatuhkan wibawa (izzah) Islam. Berbagai cara mereka lakukan untuk mengalahkan Islam. Apabila kita terlena, maka sangatlah mungkin kita terbawa. Untuk itu, marilah kita berdo’a, berikhtiar, serta bertawakkal kepada Allah untuk menjawab masalah ini. Begitulah Kanjeng Nabi SAW. menuntun kita.

Subhaanallah, di tengah-tengah kegundahan umat Islam, dengan sengaja Allah Swt. telah kirimkan jawabannya. Allah Swt. mengutus 2 orang staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkenal di Jerman. Beliau berdua adalah Prof. Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Berdua beliau memimpin suatu tim penelitian yang terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih manusiawi dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam (tanpa proses pemingsan-an), atau penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan).

Beliau berdua merancang penelitian sangat canggih mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi tersebut dipasang elektroda tertentu (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). EEG dipasang pada permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak. Alat ini dipakai untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Pada jantung sapi-sapi tersebut juga dipasang Electro-Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG (yang telah terpasang) beberapa pekan. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, separuh sapi disembelih secara Syari’at Islam dan separuh sisanya disembelih secara Metode Barat.

Syari’at Islam menuntunkan penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang sangat tajam dengan memotong 3 saluran pada leher bagian depan (saluran makanan, saluran nafas, serta 2 saluran pembuluh darah, yaitu : arteri karotis dan vena jugularis). Syari’at Islam tidak merekomendasikan pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat (Western Method) mengajarkan ternak dipingsankan dahulu sebelum disembelih.

Selama penelitian, grafik EEG dan ECG pada seluruh ternak dicatat untuk merekam keadaan otak dan jantung semenjak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga hewan ternak benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang kita tunggu-tunggu!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman adalah sebagai berikut :

Penyembelihan menurut Tuntunan Syari’at Islam

Pertama, pada 3 detik pertama setelah disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat bahwa tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua, pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara gradual (bertahap) yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi tersebut unconsciousness (benar-benar kehilangan kesadaran). Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga, setelah 6 detik pertama tersebut, ECG merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleks gerakan koordinasi antara otak kecil dan jantung melalui sumsum tulang belakang (spinal cord). Subhaanallah, pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justeru drop sampai ke zero – level (angka nol). Kedua ahli tersebut menterjemahkan sebagai : “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!) Allaahu Akbar! Walillaahil hamdu!

Keempat, oleh karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi oleh manusia. Jenis daging semacam ini diyakini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Penyembelihan ala Barat (Western Method)

Pertama, segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (pingsan). Sapi tidak bergerak-gerak lagi sehingga sangat mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat dengan mudah disembelih, tanpa meronta-ronta, dan (nampaknya) tanpa rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit (tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning).

Kedua, segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal tersebut mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit diderita oleh ternak segera setelah kepalanya dipukul.

Ketiga, grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop sampai batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menjalankan tugas menarik darah dari seluruh bagian organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat, oleh karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), sehingga tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khasanah ilmu dan teknologi daging (dipelajari di Fak. Peternakan UGM), bahwa timbunan darah (yang tidak sempat keluar pada saat ternak mati/ disembelih) merupakan tempat yang sangat ideal bagi tumbuh kembangnya bakteri pembusuk yang merupakan agen utama perusak kualitas daging.

Maha Suci Allah! Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah jamak menjadi keyakinan kita bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Lebih-lebih yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim berhasil membuktikan bahwa pisau yang mengiris leher (ref. Syari’at Islam) tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Beliau berdua menyimpulkan bahwa ekspresi sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah akibat rasa sakit, tetapi hanyalah ekspresi ‘keterkejutan saraf dan otot’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Tentunya, hal ini tidak terlalu sulit dijelaskan (grafik EEG tidak menunjukkan adanya rasa sakit).

Apabila telah disembelih, tetapi sapi tidak segera mati, bolehkah kita menusuk jantungnya?

Semestinya, pantang bagi seorang muslim untuk menusuk jantung setelah sapi disembelih. Biarkan saja jantung menjalankan tugasnya memompa darah keluar tubuh. Semakin lama jantung memompa darah, maka semakin banyak darah dipompa keluar. Semakin sedikit timbunan darah dalam daging, maka dagingnya menjadi semakin awet.

Hasil penelitian Blackmore (1984), Daly et al. (1988), Blackman et al. (1985), dan Anil et al. (1995) di 4 negara yang berbeda membuktikan bahwa setelah disembelih, sapi memerlukan waktu lebih lama untuk benar-benar mati. Hal ini diduga disebabkan oleh ukuran tubuh sapi yang lebih besar dibandingkan kambing, domba, rusa, ayam, dll. Untuk itu, sebaiknya kita menunda hingga sapi benar-benar mati dan tidak perlu menusuk jantungnya. Bila kita menusuk jantungnya, maka jantung akan sobek dan kehilangan fungsinya untuk memompa darah, sehingga darah tidak dapat maksimal terpompa keluar tubuh. Selain itu, sobeknya jantung diduga akan menimbulkan kejutan rasa sakit yang amat sangat bagi hewan ternak yang bersangkutan.

Penyakit sapi gila (Mad Cow) bisa menular ke manusia

Inggris dan Perancis adalah 2 jawara produsen (eksportir) daging sapi terbesar di dunia dan selalu saja terjadi perang dagang di antara keduanya. Menurut orang Inggris, pedagang Perancis bermain curang. Mereka mengirimkan suatu virus mematikan yang bisa menular antar ternak dan berpotensi menular ke manusia. Virus tersebut disebut Bovine Spongioform Enchephalopathy (BSE) yang sering pula disebut sebagai Virus Sapi Gila atau di negara asalnya lebih dikenal dengan istilah Mad Cow.

David Schardt, ahli gisi dari Center for Science in the Public Interest (CSPI) Amerika, melaporkan bahwa ada beberapa daging beef steak dan hamburger yang dimakan orang Amerika saat ini yang mengandung materi/bagian otak. Apabila otak yang tercemar virus BSE ini dimakan oleh manusia, maka sangatlah mungkin orang tersebut tertular penyakit ini.

Para ahli bekerja keras menelusuri asal muasal kisah material otak tersebut bisa sampai ke daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material/jaringan otak tersebut dapat sampai ke daging sebagai akibat proses pemingsanan (stunning) sebelum disembelih. Sebagaimana pernah diberitakan Kantor Berita Inggris – Reuter, bahwa pada saat di-stunning, otak yang semula compact pecah selaputnya karena getaran dan tekanan yg sangat hebat. Akibat pemukulan tersebut, jaringan otak goyah, sehingga banyak material jaringan otak yang pecah berhamburan. Material otak tersebut kemudian terbawa darah mengalir menuju beberapa organ tubuh.

CSPI juga menyebutkan bahwa peneliti di Universitas Texas A&M dan Canada’s Food Inspection Agency (Badan Pemeriksa Makanan Kanada) menemukan kenyataan bahwa metode yang dikenal sebagai Pneumatic Stunning dapat mengakibatkan pecahnya jaringan otak dan terbawa dalam sistem jaringan tubuh sapi. Lebih lanjut Tam Garlan, ahli Bidang Kedokteran Hewan dari Universitas Texas A&M menyatakan di CSPI’s July Newsletter, bahwa pneumatic stunning tersebut mengakibatkan partikel mikroskopis jaringan otak pecah dan serpihannya terbawa oleh darah ke paru-paru, hati, serta beberapa organ tubuh lainnya.

Bagaimana dengan penyembelihan sesuai Syari’at Islam? Leila Corcoran (BICNews, 25 Juli 1997) menulis suatu artikel yang berjudul Cattle Stun Gun May Heighten “Madcow” Risk (Senjata Pemingsan Sapi dapat Meningkatkan Resiko Penularan Penyakit ’Sapi Gila’). Beliau menyimpulkan bahwa tidak ada lagi yang meragukan bahwa metode penyembelihan (tanpa pemingsanan) lebih baik dibandingkan cara yang lain. Metode ini ditetapkan di dalam Al Qur’an. Allah adalah Pencipta Kitab Suci Al Qur’an dan Allah Swt. sangat mengerti apa yang terbaik bagi kita! Sebagai umat yang beriman, kita harus yakin dengan Syari’at Islam dan tiada keraguan di dalamnya (QS. Al Baqoroh: 2).

Akhir kata, marilah kembali kita haturkan rasa syukur kita kepada Allah Swt. atas berbagai curahan kemuliaan dan barokah-Nya.

Wallahu a’lam….


Indonesia Pernah Seperti Palestina

Indonesia pernah mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan rakyat Gaza di Palestina. Peperangan dan Diplomasi menjadi warna dalam proses sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan Palestina.

Pada tanggal 10 November  1945 terjadi pertempuran dahsyat diseluruh pelosok kota Surabaya. Pada masa itu kota Surabaya dibombardir dari segala kekuatan angkatan perang Inggris. Dengan peralatan modern dan tentu tidak seimbang pada saat itu, Inggris benar-benar mengerahkan kekuatannya dari Darat, Udara, dan Laut, memborbardir Subaya di segala pelosok kotanya.

Tak ubahnya Palestina dimasa sekarang. Mayat bergelimangan di pelosok kota bukanlah hal baru. Inggris pun tak kalah barbar dengan Israel terhadap Palestina.

Dalam bukunya, Birth of Indonesia, David Wehl menulis:
“Di pusat kota, pertempuran lebih dahsyat, jalan-jalan harus diduduki satu per satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda dan kucing-kucing serta anjing-anjing, bergelimpangan di selokan-selokan; gelas-gelas berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telepon bergelantungan di jalan-jalan, dan suara pertempuran menggema di tengah-tengah gedung-gedung kantor yang kosong … Perlawanan Indonesia berlangsung dalam dua tahap, pertama pengorbanan diri secara fanatik, dengan orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati menyerang tank-tank Sherman, dan kemudian dengan cara yang lebih terorganisasi dan lebih efektif, mengikuti dengan cermat buku-buku petunjuk militer Jepang.”

Selama 21 hari, pertempuran tak seimbang ini dimenangkan Inggris dengan mengorbankan (mencapai) 16000 jiwa rakyat Indonesia. Dan sudah menjadi tipikal tentara kafir yang akan mengorbankan siapapun demi tercapainya tujuan.

Namun begitu, tentara Inggris menyebut “Battle of Surabaya” sebagai “inferno” atau neraka di timur Jawa. New York Times (edisi 15 November 1945)

Kisah heroic pejuang-pejuang kita ini, terekam dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bagaimana dengan dukungan pihak luar pada Indonesia? Negara yang pertama kali mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir. Bukan dari Eropa atau Amerika, negeri yang “mendukung” HAM dan kebebasan. Bahkan inggris dan sekutunya, berusaha menutup rapat berita kemerdekaan Indonesia dari dunia Internasional khususnya dari Negara-negara Timur Tengah.

Soekarno-Hatta telah mem-Proklamasi-kan kemerdekaan Republik Indonesia de facto pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi untuk berdiri de jure sebagai Negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari Negara-negara lain. Pada titik ini, Indonesia tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku”Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hasan Lc. Buku ini di beri kata sambutan oleh Moh. Hatta, M. natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI), dan Jenderal besar AH. Nasution.

M. Zein Hasan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini, dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat Negara-negara lain belum berani memutuskan sikap.

Dukungan Palestina diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina) secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebarluaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Padahal negerinya sendiri sedang dalam kondisi dijajah Inggris. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. (usaha penggelapan Sejarah).

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.

Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia ..”

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita.

Berikut kutipan pernyataan tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta
“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution
“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ‘45 : “ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Bagaimana Indonesia terhadap Palestina?

Selain demonstrasi dan aksi bakar-membakar bendera Israel, pernyataan sikap juga adalah bentuk dukungan Indonesia pada Palestina.

-Pemerintah Indonesia mengutuk penyergapan dan aksi kekerasan Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang membawa misi bantuan kemanusiaan internasional ke Jalur Gaza, Palestina. Demikian Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri dalam siaran persnya. Republika Senin (31/5).

Ketua DPD RI, Irman Gusman, menyesalkan dan mengutuk tindakan penembakan kapal relawan oleh Israel. Irman meminta PBB turun tangan mengambil sikap tegas atas tindakan Israel. ”Israel selama ini bertindak tapi tidak ada yang sanggup memberi sanksi,” ujar Irman, Republika Senin (31/5).

”Insiden penyerangan Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Mavi Marmara yang telah menelan korban jiwa merupakan pengabaian terhadap harkat dan martabat kemanusiaan. Insiden ini jelas-jelas merupakan suatu tindakan arogansi dan kekejaman Israel yang tidak dapat dibenarkan. Apapun alasannya, tindakan ini telah mencederai upaya-upaya menuju perdamaian Israel-Palestina yang diperjuangkan oleh komunitas internasional,” tegas Ketua Umum PGI, AA Yewangoe, Republika Selasa (1/6).

”Biadab! Itulah kata paling tepat untuk menggambarkan serangan brutal tentara Israel terhadap konvoi kapal Freedom Flotilla,” kecam Rohmat S Labib, Ketua Dewan Pimpinan Pusat HTI, di Jakarta, Republika Selasa (1/6).

Namun tidak sedikit juga manusia dungu, penelan pil Doktrin “kejayaan bersama Israel” yang menutup mata. Bahkan mendukung.

Jika yang menjadi korban golongan mereka, dengan lantang dan riuh mereka menyebut HAM. Tapi jika korbannya golongan kita, mereka menyebutnya sebagai Aksi balasan, atau pembelaan diri meskipun dengan nyata mereka melihat “kebohongan”.

Indonesia hampir melupakan peran Negara Timur Tengah pada masa perjuangannya. Tapi Palestina begitu besar pengharapannya dari Indonesia. Bahkan relawan asal Indonesia begitu terharu atas sikap warga palestina dalam menyambut relawan asal Indonesia. Seolah-olah Indonesia adalah Saudara kandung.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya bagi relawan Indonesia yang turut mempertaruhkan jiwa raga dalam turut serta menjalani misi yang berbahaya ke Gaza. Ini merupakan bentuk solidaritas yang maksimal bagi rakyat Palestina,” kata Fariz Mehdawi (Dubes Palestina untuk Indonesia) saat dihubungi VIVAnews melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin 31 Mei 2010.

Palestina bukan hanya masalah agama Islam dari penindasan Israel, bukan Cuma penjajahan atas suatu bangsa, bukan hanya usaha mendirikan Negara diatas Negara.

Palestina juga adalah masalah kejahatan Israel, kebiadaban Israel, ke-keras kepala-an Israel, dan yang paling nyata, masalah kedurhakaan Israel pada Allah, penantangan Israel pada Dunia, dan perasaan sebagai mahluk pilihan dan paling tinggi diantara mahluk Allah.

Ingatlah. bahwasanya Negara yang kita cintai ini, tidak mungkin bisa berdaulat tanpa dukungan dari negara-negara Timur Tengah, khususnya Palestina.

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS: Al Maa’idah/5 : 82).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS: Al Maa’idah / 5 : 51)

dicopy dari lembaran milik DKM Masjid Mekar Indah Cikarang Baru, Bekasi.


Hikmah Babi Haram.

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah:173)

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Maidah:3)

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al An’am:145)

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nahl: 115)

Kenapa Babi Haram??

Jawabnya: itu adalah Hak Mutlak Allah sebagai Tuhan. Dia berhak menentukan sesuatu sesuai kehendaknya. Tidak sesuatupun mampu mendikte keputusan Allah.

Jikalau ada penemuan Ilmiah yang menerangkan tentang buruknya babi, tidak menjadi alasan haramnya babi. Babi haram adalah karena Allah mengharamkannya. (setidaknya itu yang harus kita pegang)

Tapi tidak menutup kemungkinan juga jika Allah (mungkin) mengharamkannya karena buruknya (seperti yang ditemukan zaman sekarang).

Sekarang mari kita (coba) mengupas sedikit

1. Sembelih.

Islam mensyariatkan menyembelih hewan dengan cara memotong urat nadi dibagian leher sembari menyebut nama Allah. Dengan demikian, hewan akan mati karena kehabisan darah. Tapi babi tidak punya leher, sehingga ia tidak bisa disembelih. Kalau babi boleh dimakan, mungkin ia akan diberi leher seperti hewan lain. Tapi jika kemudian, dalam proses mematikan babi mirip dengan sembelih, sehingga babi mati karena kehabisan darah juga (+ Bismillah), tidak menjadikan babi halal untuk dimakan.

Kenapa sembelih?

Islam telah melarang segala macam darah, ternyata analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dengan kata lain uric acid adalah sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni. Dalam proses sembelih ini, secara langsung telah membersihkan daging dari darah yang sangat tidak baik bagi manusia. Dan untuk babi, karena dia tidak berleher, maka tentu bermasalah juga untuk menyembelihnya.

Dengan cara dipukul atau dicekik juga mati. Tapi tetap menyimpan darah dalam tubuhnya, sehingga dilarang oleh Allah. Manusia baru mengetahui sekarang, tapi Islam telah menjalankannya sejak ribuan tahun lalu, dan diteruskan oleh umat nabi Muhammad SAW. Subhanallah..

Tidak salah jika Islam mengatakan “Allah Maha Tahu”.

2. Kandungan babi.

Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : Virus Encephalitis, Virus Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.

Daging babi adalah tempat persinggahan bagi beberapa jenis cacing yang berbahaya.
1. Cacing pita (Taenia solium),
2. Cacing spiral (Trichinella spinalis),
3. Cacing tambang (Ancylostoma duodenale),
4. Cacing paru-paru (Paragonimus),
5. Fasciolepsis busci, Schistosoma japonicum,
6. Chlonorchis sinensis,
7. Erypsipelothrix sp., dll.

Larva cacing bisa berpindah ketubuh manusia melalui usus dan peredaran darah. Jika daging babi tidak diolah dengan baik, lalu dimakan, maka larva akan masuk dan menempel pada dinding usus dan berkembang biak. Menyerap sari-sari makanan, berakibat anemia (kurang darah), gangguan pencernaan, diare, histeria, mudah kaget, dll.

Babi adalah inang bagi bakteri, parasit, bahkan virus yang berbahaya. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

Dengan kata lain, babi adalah tempat yang tepat bagi pembentukan penyakit-penyakit baru di bumi ini.

Dan sekali lagi Allah telah menunjukkan jalan yang tepat untuk manusia.

Seiring majunya teknologi, memungkinkan pengolahan daging babi yang lebih bahkan sangat bersih. Sehingga, daging babi bisa steril dari kandungan buruknya. Tapi ini tidak menjadikannya halal. Karena Haramnya adalah jelas dari Allah. Bukan dari buruknya kandungan babi.

3. Kualitas daging babi.

Babi memiliki lemak punggung yang bersifat mudah mengalami oxidative rancidity (Oksidatif tengik/anyir), sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

Daging babi sulit dicerna meskipun tampak empuk dan enak. Seperti halnya Kolesterol.

praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging. Menyebabkan daging babi bau pesing.

Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.

Selain itu Babi dan Monyet  memiliki struktur DNA yang mirip dengan struktur DNA manusia, bisa jadi itu bermakna manusia memakan manusia dalam bentuk hewan.

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (Al Maidah:60)

Memakan daging babi dengan porsi yang lebih sedikit, mungkin bisa menghindari resiko. Tapi tidak juga menjadikannya halal. Meskipun setitik, daging babi adalah Haram.

4. Perilaku dan sifat babi.

Babi adalah hewan paling rakus diantara hewan yang ada. Dia makan apa saja yang bisa dimakannya.  Makanan, sampah busuk, kotoran, bahkan memakan bangkai dan kotorannya sendiri. Memakan tanah. Ia tidak berhenti makan, jika makanannya habis, dia akan memuntahkan makanan diperutnya, kemudian memakannya kembali. Suka berada ditempat kotor, tidak suka ditempat bersih dan kering, juga sinar matahari. Dengan ransum yang jelek pun, bayi babi mampu tumbuh dengan baik.

Pemalas, tidak mau berusaha (mencari makan). Tidak gesit, tapi rakus. Makin tua makin malas dan lemah.

Babi adalah hewan yang adaptif, sehingga mereka mampu dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Dilingkungan liar, babi bisa menjadi buas dan bertaring.

dan ternyata babi juga menganut Free seks. Keanehan yang membudaya dinegeri nonmuslim, ternyata belajar dari babi. Atau mungkin tertular. karena ada anggapan, bahwa “seseorang itu berkelakuan sesuai yang dimakannya” (wallahu a’lam). Selain seks bebas, mereka juga suka sejenis.

Kutipan khusus: http://irdakaiser.wordpress.com/2008/10/29/mengapa-babi-haram/

Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan babi.
Ilmuwan   : Haramnya hewan babi bagi umat muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan dari virus dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang bersih akan menjadi halal?
Ulama      : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi ada sifat Babi yang sangat diharamkan untuk umat Islam?
Ilmuwan   :  Apakah itu?
Ulama      : Coba anda buat 2 (dua) kandang.
Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina.
1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina.
Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya!!!
Ilmuwan   :  Tidak bisa!!!!????
Ulama      :  Mari kita lihat bersama-sama sekarang.
Pada kandang pertama dimana ada 2 (dua) ekor ayam jantan dan 1 (satu) ekor ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut sampai ada
yang menang dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat dan Fitrah manusia diciptakan Allah SWT.
Ilmuwan   :  Pada kandang Babi?
Ulama      :  Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2(dua) ekor babi jantan dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina,tetapi yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut dan juga terjadi hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan si betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan Fitrah umat manusia.Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma’in, Wallahu A’lam Bish-shawab.

Di Amerika (dan Negara lain), babi “dipelihara” dengan baik. Makannya hanya dedak, perilakunya diawasi, kandangnya bersih, kesehatan dan kebersihannya dijaga dengan ketat. Sehingga, perilaku dan sifat babi yang buruk ini bisa dihindari, bahkan mungkin bersih sebersih-bersihnya.

Tapi ini tidak membuat babi menjadi halal. Karena yang mengharamkannya adalah Allah. Bukan perilakunya.

5. Akibat mengkonsumsi babi.

Sudah basi kalau terus-menerus  memperingatkan tentang efek buruk memakan daging babi. Tidak akan mereka mengakui bahwa Islam agama yang benar, lantaran Islam telah menghindari selama ribuan tahun, sementara efek itu baru terjawab dizaman sekarang.

Sama halnya orang-orang kafir menolak mukjizat nabi Isra’ Mi’raj. Meskipun sekarang terjawab bahwa jarak bukanlah suatu halangan untuk ditempuh dalam sekejap. Mereka tetap pada kekafirannya.

Jadi akibat mengkonsumsi daging babi: NO COMMENT!!

6. Mengapa babi diciptakan?

Pertanyaan ini akan muncul setiap penjelasan diatas seperti menyudutkan orang-orang yang mengkonsumsi babi.

Tapi sebenarnya pertanyaan tersebut tidaklah masuk akal. Ini seperti mempertanyakan kekuasaan Allah yang maha Menciptakan, dimana setiap ciptaan, harus “jelas” tujuannya.  Seolah manusia berhak tahu tentang semua rahasia alam, tanpa berusaha untuk mencari tahu.

Sejenis dengan pertanyaan berikut:

Mengapa diciptakan Iblis, padahal dia membangkang?

Mengapa diciptakan Dajjal, padahal merusak?

Mengapa diciptakan duri, padahal bunga lebih indah?

Mengapa diciptakan mati, padahal menakutkan?

Dan masih banyak pertanyaan tentang suatu ciptaan, yang tampak tidak ada manfaatnya. Dan kita sebagai manusia wajib mencari tahu.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (Ali Imran:190)

Dan dari setiap ciptaan Allah, pasti ada Hikmah meskipun tersembunyi.

Maka jadikan ulasan ini sebagai tambahan Ilmu dan Hikmah.

7. Terakhir.

Pada dasarnya setiap yang lebih banyak Mudharatnya dari manfaatnya, diharamkan dalam Islam. Karena Allah maha baik, menginginkan yang terbaik bagi hambaNya.

Haramnya babi bukanlah karena buruknya seperti paparan diatas. Tapi karena Allah mengharamkannya. Wallahu a’lam.

Jika seluruh keburukan babi telah bersih dari no. 1- 4, bukankah babi telah layak dikonsumsi?

Jawabnya tetap Haram. Haram. Haram. Titik.

Note: mohon maaf, tulisan ini bukan untuk menerangkan pada nonmuslim tentang bahaya babi. Tapi tidak lebih menyebarkan pada seluruh umat Islam, bahwa babi yang mereka dilarang mengkonsumsinya, ternyata sangat buruk.

sumber: disini, disini, dan sumber lain.


Turki Utsmani (Ottoman)

Dinasti Ottoman (berasal dari kata Utsman) penguasa Islam dalam 36 generasi, lebih dari enam abad (1300 M-1922 M). Dimulai dari Utsman (tidak ada hubungannya dengan Utsman bin Affan) yang mendirikan  kerajaan ini. Ayahnya Ertoghrul (Urtugul), seorang kepala suku dan penguasa lokal. Sebelumnya, mereka mengabdikan diri pada Sultan Alaudin II sultan kerajaan Seljuk yang sedang berperang melawan Bizantium. Dan mereka turut pula membantu Sultan Alaudin memerangi Bizantium, hingga Bizantium kalah. Sultan Alaudin menghadiahi mereka sebidang tanah di Asia Kecil sebagai wilayah kekuasaan.

Ertoghrul (Urtugul) meninggal pada tahun 1289 M. Utsman melanjutkan kepemimpinan.  Pada tahun 1300M kerajaan Mongol menyerang Seljuk, menyebabkan kekalahan Kerajaan Seljuk dan Sultan Alaudin terbunuh. Wilayah kekuasaan Seljuk pun terpecah-pecah menjadi beberapa kerajaan kecil, saat itulah Utsman menyatakan kemerdekaan dan berkuasa penuh atas wilayah yang dikuasainya. Kerajaan Turki Utsmani (Ottoman) lahir dengan Utsman (dikenal juga dengan Utsman I) sebagai pemimpin. Dibawah pimpinannya, kota Broessa di kuasai (1317 M). Broessa dijadikan ibukota kerajaan pada tahun 1326 M. Utsman I bergelar “Padiansyah Ali Utsman”(raja besar keluarga Utsman).

Dibawah pimpinan Orkhan (726H/1326M­761H/1359M), wilayah kekuasaan Turki Ustmani diperluas dengan menaklukkan Azmir atau Smirna (1327 M), Thawasyanli (1330M), Uskandar (1338M), Ankara (1354M), dan Gallipoli (1356M). Daerah ini adalah bagian benua Eropa yang pertamakali diduduki kerajaan Utsmani. Dimasa ini juga kemiliteran Utsmani terorganisir dengan baik setelah sebelumnya sempat mengalami kemunduran akibat kesadaran prajuritnya yang menurun. Mereka merasa dirinya sebagai pemimpin yang berhak menerima gaji. Angkatan laut pun dibenahi, karena ia mempunyai peranan yang besar dalam perjalanan ekspansi Turki Utsmani.

Di masa Murad I berkuasa (761H/1359 M ­ 789H/1389 M), selain memantapkan keamanan dalam negeri, ia juga meluaskan kekuasaan ke Benua Eropa. Ia menaklukkan Adrianopel -yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota kerajaan yang baru -, Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Utsmani. Pasukan ini dipirnpin oleh Sijisman, raja Hongaria.

Sultan Bayazid I ( 1389- 1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropa tersebut. Peristiwa ini merupakan catatan sejarah yang amat gemilang bagi umat Islam. Ekspansi kerajaan Utsmani sempat terhenti beberapa lama. Ketika ekspansi diarahkan ke Konstantinopel, tentara Mongol yang dipimpin Timur Lenk melakukan serangan ke Asia Kecil. Pertempuran hebat terjadi di Ankara tahun 1402 M. Tentara Turki Utsmani mengalami kekalahan. Bayazid bersama puteranya Musa tertawan dan wafat dalam tawanan tahun 1403 M.

Kekalahan Bayazid di Ankara itu berakibat buruk bagi Turki Utsmani. Penguasa-penguasa Seljuk di Asia Kecil melepaskan diri dari genggaman Turki Utsmani. Wilayah Serbia dan Bulgaria juga memproklamasikan kemerdekaan. Sementara putera-putera Bayazid saling berebut kekuasaan.

Kekacauan dapat diatasi dimasa Sultan Muhammad (Mehmed)  I (1403-1421 M). Sultan Muhammad I berusaha keras menyatukan negaranya dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan seperti sediakala.

Setelah Timur Lenk meninggal dunia (1405 M), kesultanan Mongol terpecah dan terjadi perselisihan diantara anak-anaknya. Kondisi ini dimanfaatkan oleh penguasa Turki Utsmani untuk melepaskan diri dari kekuasaan Mongol. Namun, pada saat seperti itu juga terjadi perselisihan antara putera-putera Bayazid (Muhammad, Isa, dan Sulaiman).

Setelah sepuluh tahun perebutan kekuasaan, akhirnya Muhammad I berhasil mengalahkan saudara-saudaranya. Usaha Muhammad I yang pertama kali ialah mengadakan perbaikan-perbaikan dan meletakkan dasar-dasar keamanan dalam negeri.

Usahanya ini diteruskan oleh Murad II ( 1421-1451M), sehingga Turki Utsmani mencapai puncak kemajuannya pada masa Muhammad (Mehmed) II atau biasa disebut Muhammad al-Fatih (1451-1484M).

Sultan Muhammad al-Fatih berhasil mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Utsmani ke Benua Eropa.

Dimasa inilah lambang bulan bintang yang dikenal umat Islam di Indonesia mulai dipakai. Kota Konstantinopel di jadikan Ibukota Turki Utsmani dan namanya diganti menjadi Istanbul.

Ketika Sultan Salim I (1512-1520M) naik tahta, ia mengalihkan perhatian ke arah timur dengan menaklukkan Persia, Syria dan dinasti Mamalik di Mesir.

Ketika Sultan Sulaiman al-Qanuni(1520 -1566M.) berkuasa, Ia mengarahkan ekspansinya ke seluruh wilayah yang berada di sekitar Turki Utsmani. Sulaiman berhasil menundukkan Irak, Belgrado, Pulau Rodhes, Tunis, Budapest, dan Yaman. Dengan demikian, luas wilayah Turki Utsmani pada masa Sultan Sulaimanal-Qanuni mencakup Asia Kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis, dan Aljazair di Afrika; Bulgaria,Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria,dan Rumania di Eropa.

Dimasa ini juga angkatan laut Turki Utsmani dikenal kuat.

Keberhasilan ekspansi tersebut dibarengi pula dengan terciptanya jaringan pemerintahan yang teratur. Dalam mengelola wilayah yang luas sultan-sultan Turki Utsmani senantiasa bertindak tegas. Dalam struktur pemerintahan,sultan sebagai penguasa tertinggi, dibantu oleh shadr al-a’zham (perdanamenteri), yang membawahi pasya (gubernur). Gubernur mengepalai daerah tingkat I. Di bawahnya terdapat beberapa orang al-zanaziq atau al-’alawiyah (bupati).

Untuk mengatur urusan pemerintahan negara, Sultan Sulaiman I menyusun sebuah kitab undang-undang(qanun). Kitab tersebut diberi nama Multaqa al-Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Turki Utsmani sampai datangnya reformasi pada abad ke-19. Karena jasa inilah, Sultan Sulaiman I bergelar al-Qanuni.

Setelah Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Utsmani mulai memasuki fase kemundurannya. Akan tetapi,  karena sangat besar dan kuatnya Turki Utsmani, kemunduran itu tidak langsung terlihat.

Sultan Sulaiman al-Qanuni digantikan oleh Salim II ( 1566-1573M). Di masa pemerintahannya terjadi pertempuran antara armada laut Kerajaan Utsmani dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin Don Juan dari Spanyol. Pertempuran itu terjadi di Selat Liponto (Yunani). Kekalahan harus diterima Turki Utsmani yang mengakibatkan Tunisia dapat direbut oleh musuh. Tapi dimasa Sultan Murad III, Tunisia dapat direbut kembali (1575 M).

Sultan Murad III (1574-1595 M) berkepribadian buruk, namun Kerajaan Utsmani pada masanya berhasil menyerbu Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabnz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia, dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M. Namun kehidupan moral Sultan yang jelek menyebabkan timbulnya kekacauan dalam negeri.

Kekacauan ini makin menjadi-jadi dengan tampilnya Sultan Muhammad III (1595-1603M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki-lakinya bahkan ibu-ibu tirinya demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Utsmani.

Sultan Ahmad I (1603-1617 M), pengganti Muhammad III, sempat bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Utsmani di mata bangsa-bangsa Eropa sudah mulai memudar.

Situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahannya yang pertama(1617-1618 M) dan kedua, (1622-1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri tidak bisa diatasinya, Syaikh al-Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618-1622 M). Namun yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan. Dalam situasi demikian bangsa Persia bangkit mengadakan perlawanan merebut wilayahnya kembali. Kerajaan Utsmani sendiri tidak mampu berbuat banyak dan terpaksa melepaskan wilayah Persia tersebut.

Langkah-langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama-tama ia mencoba menyusun dan menertibkan pemerintahan. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan.

Di masa Ibrahim (1640-1648 M) Turki Utsmani kembali merosot, karena ia termasuk orang yang lemah. Pada masanya ini orang-orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang-orang Turki Utsmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M. Kekalahan itu membawa Muhammad Koprulu (berasal dari Kopru dekat Amasia di Asia Kecil) ke kedudukan sebagai wazir atau shadr al-a’zham (perdana menteri) yang diberi kekuasaan absolut. Ia berhasil mengembalikan peraturan dan mengkonsolidasikan stabilitas keuangan negara. Setelah Koprulu meninggal (1661 M), jabatannya dipegang oleh anaknya, Ibrahim.

Ibrahim menyangka bahwa kekuatan militernya sudah pulih. Karena itu, ia menyerbu Hongaria dan mengancam Vienna. Namun, perhitungan Ibrahim meleset, ia kalah dalam pertempuran itu secara berturut-turut. Pada masa-masa selanjutnya wilayah Turki Utsmani yang luas itu sedikit demi sedikit terlepas dari kekuasaannya, direbut oleh negara-negara Eropa yang baru mulai bangun.

Pada tahun 1699M terjadi “Perjanjian Karlowith” yang memaksa Sultan untuk menyerahkan seluruh Hongaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada Hapsburg; dan Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea, dan sebagian Dalmatia kepada orang-orang Venetia.

Pada tahun 1770M, tentara Rusia mengalahkan armada kerajaan Utsmani di sepanjang pantai Asia Kecil.

Akan tetapi, tentara Rusia ini dapat dikalahkan kembali oleh Sultan Mustafa III (1757-1774 M) yang segera dapat mengkonsolidasi kekuatannya.

Sultan Mustafa III diganti oleh saudaranya, Sultan Abd al-Hamid (1774-1789 M), seorang yang lemah. Di Kutchuk Kinarja ia mengadakan perjanjian yang dinamakan “Perjanjian Kinarja” dengan Catherine II dari Rusia. Isi perjanjian itu antara lain:

(1) Kerajaan Utsmani harus menyerahkan benteng-benteng yang berada di Laut Hitam kepada Rusia dan memberi izin kepada armada Rusia untuk melintasi selat yang menghubungkan Laut Hitam dengan LautPutih, dan

(2) Kerajaan Utsmani mengakui kemerdekaan Kirman (Crimea).

Kelemahan kerajaan Turki Utsmani menimbulkan pemberontakan-pemberontakan diwilayah kekuasaannya. Pemberontakan-pemberontakan terus berlanjut hingga abad ke 19 dan 20 M.

Dan klimaks hancurnya Turki Utsmani disempurnakan oleh Mustafa Kemal Attaturk,  yang mengganti faham agama di negeri itu dengan faham Sekuler. Memisahkan agama dari pemerintahan.

Turki 2008

وَاللهِ إِنِّيْ لَا أَخْشَى عَلَيْكُمْ الشِّرْكَ مِنْ بَعْدِيْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوْا فِيْهَا .

“ Demi Allah aku tidak takut kemusyrikan menimpa kalian, yang aku takutkan kalian berebutan keduniawian “ (HR. Bukhori)

dari berbagai sumber: Disini, disini, disini.


Bulan Bintang Dalam Islam

Sultan Muhammad (Mehmed) II bergelar  al-Fatih (sang penakluk) berhasil mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Utsmani ke Benua Eropa.

Dimasa inilah lambang bulan bintang yang dikenal umat Islam di Indonesia mulai dipakai. Kota Konstantinopel di jadikan Ibukota Turki Utsmani dan namanya diganti menjadi Istanbul.

Bulan bintang telah digunakan sebagai lambang Byzantium. Didedikasikan pada Dewi Artemis (Dewi Diana) yang bersimbol bulan sabit. Mereka menaklukan kota itu dengan diterangi cahaya bulan dan catatan lain yang menyebutkan bahwa bulan sabit merupakan simbol Dewi Tnit (Carthagian, Bangsa Phoenioc).

Simbol bulan sabit tetap dipertahankan ketika kota ini direbut bangsa Romawi oleh kaisar Constantine pada 330 M. Nama kota berganti menjadi Nova Rome (Roma Baru) dan menjadi ibukota Romawi, pindah dari Roma di Italia (pada 395 M, Romawi pecah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur).

Namun setalah raja Constantine wafat, kota ini lebih dikenal dengan nama Konstantinopel (kota Konstantin). Namus kaisar menambah simbol bintang ditengahnya. Bintang disebutkan sebagai simbol perawan suci bunda Maria. Namun catatan lain menyebutkan bahwa simbol bintang dirujuk dari simbol Dewi Ishtar (kata star = bintang dalam bahasa inggris diambil dari nama dewi itu).

Catatan lain menyebutkan bahwa kedua simbol itu telah dipakai bangsa Turki Kuno. Hal ini dibuktikan oleh penemuan artefak yang menggambarkan bulan bintang. Bahkan disebutkan bahwa simbol itu juga digunakan di Sumeria. Simbol itu kemudian diserap bangsa Turki ketika mereka melewati lembah itu dalam perjalanannya dari Asia Tengah – wilayah yang diduga sebagai asal-usul bangsa Turki – menuju Anatolia.

Ada juga yang menyebutkan bahwa bulan melambangkan wilayah kekuasaan Turki Utsmani. Ujung atas bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yaitu sebagian Asia. Bagian tengah bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yang berada di kawasan benua Eropa. Sedangkan ujung bawah bulan melambangkan benua Afrika. Lalu bintang yang terletak di tengah bulan melambangkan ibukota kesultanan Turki Utsmani yaitu Istanbul karena letaknya kira-kira memang diantara tiga benua tersebut.

Sedangkan legenda Turki Utsmani menyebutkan bahwa simbol-simbol tersebut diambil dari mimpi Utsman I. mimpi itu terjadi jauh sebelum ia menjadi raja. Penasihat spiritualnya menyebutkan bahwa mimpi itu menjadi pertanda akan kebesarannya namanya di masa depan.

Mana yang benar? Hingga kini belum ada penelitian yang meyakinkan soal ini. Namun, Ottoman adalah Negeri Islam pertama yang menggunakan simbol tersebut.

Jadi yang benar, Bulan Bintang adalah Simbol kekaisaran Turki Utsmani, bukan Islam. Meskipun Islam menjadikan bulan sebagai patokan perhitungan,  seperti kalender Hijriyah, tapi bulan bintang yang kita kenal menunjukkan jatuhnya konstantinopel. Simbol kebesaran Turki Utsmani.

Kaum pagan memang menggunakan simbol-simbol tertentu sebagai penghormatan pada sesuatu yang mereka sembah, tapi tidak dibenarkan dalam Islam.

Masa Islam sebelumnya tidak pernah menggunakan simbol apapun untuk menunjukkan jati dirinya.

Rasulullah Muhammad SAW maupun Khulafaur Rasyidin (632-661) tidak pernah membuat ketetapan soal simbol. Al-Qur’an pun tak pernah membicarakan soal tersebut. Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa di zaman Rasulullah hanya ada bendera panji-panji perang sederhana dengan satu warna: hitam, putih, atau hijau. Di ‘Negara Madinah’ di zaman Khalifah yang empat memiliki simbol berupa bendera persegi empat berwarna hitam.

Bendera segi empat warna hitam juga digunakan Dinasti Umayah di Damaskus (660-750) dan di Kordoba (929-1010), dan Dinasti Abbasiyah di Baghdad (750-1258) maupun di Kairo (1261-1517). Hanya Dinasti Fatimiyah di Kairo (909-1171) yang menggunakan bendera warna hijau.

Jika kita cermati, semua dinasti yang menggunakan simbol yang sangat sederhana itu adalah dinasti yang berdarah asal dari tanah Hijaz. Sedangkan kerajaan-kerajaan Islam lainnya seperti Ottoman, Saljuk, Malmuk, Moghul, maupun keajaan-kerajaan Islam Nusantara memiliki bendera yang bergambar.

Kalau masih ada yang bilang bahwa Tuhan umat Islam (Allah) adalah nama lain dari Dewa Bulan, maka dia perlu banyak membaca sejarah. Terutama sejarah yang dia belum kenal. (jangan-jangan yang mereka baca, adalah sejarah hasil “Revisi”)

Kata Allah merujuk pada suatu dzat yang Maha Segala, yang tidak ada secuilpun kesamaan dengan Mahluk atau ciptaanNya.

Sedang Bulan adalah Ciptaan Allah.

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat” (QS:As-Syura(42):11)

Buat saya, lambang bulan bintang harusnya mengingatkan kita pada hadist berikut:

“Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)”

(kalau merujuk hadist diatas, maka jatuhnya Roma ke dalam kekuasaan Islam adalah hal yang pasti. Karena Rasul sendiri yang mengatakannya. He…) tinggal tunggu waktu.

Tulisan ini dibuat sebagai jawaban atas fitnah yang dilancarkan kaum kafir dan Musyrik yang mengatakan Allah=Dewa Bulan. Mudah-mudahan bermanfaat.

dari berbagai sumber salah satunya Disini