Cuma Weblog Entah-entahan

Yang Asik saat mudik? Full Trothle’nya…

Yup… Mudik ke Lampung, dengan kondisi jalan lebih sepi daripada jalan di pulau jawa, rasanya ga afdhol kalo bawa motor cuma sekitar 60Km/jam… Harus full trothle.

Biarpun bebek, kecepatan ga akan lebih dari 100Km/jam (pake acara dibohongin Speedometr lagi), ga masalah… yang penting gas poll!!.😎

Sebelum Saya lanjutkan, perlu dicatat, apa yang Saya tuliskan ini beresiko tinggi, dengan taruhan nyawa. Jadi, mohon jadikan ini sebagai hiburan dan tukar pengalaman saja. JANGAN PERNAH MENIRU!!. 

Lanjut!! Biasanya, Saya betot kabel gas hanya diruas jalan tertentu. Yaitu ruas Bakauheni menuju Panjang, dan ruas Bandar Jaya sampai Kotabumi, lainnya tidak. Karena selain di dua ruas jalan yang Saya sebutkan, kondisinya ramai.

Ga ngebut??… Mana tahan…

Hal-hal yang membuat Saya PD adalah, kondisi jalan minim lubang, lebar jalan kira-kira 8m, minim blind spot, lingkungan sepi, yang terakhir tapi yang utama, Insha Allah Saya hapal mana mana daerah yang bisa atau tidak untuk gasspoll.

Tapi ada masa dimana Saya harus menahan gas, karena pada dasarnya jalan bukan milik pribadi. Nah.. Berikut ini adalah kondisi dimana Saya harus bersabar, yang bisa jadi tips bagi pembaca.

Adalah, ketika Saya menemui persimpangan. Karena sesepi apapun, yang namanya persimpangan bisa mengeluarkan sesuatu yang tak terduga. Demi menghindari sesuatu yang tak diinginkan, lebih baik Saya tahan diri.

Beginilah kalo ada mobil truk yang lagi disalip.

Atau ketika mendapati rombongan mobil berat (truk dan semacamnya) yang searah tujuan, hal terbaik adalah tidak memaksakan diri. Memang seru kalau bisa selap-selip diantara truk-truk besar ala koboy jalanan. Tapi karena rombongan mobil seperti ini membentuk titik gelap (blind spot) lebih baik cari aman. Kemungkin juga ada pengendara lain (mobil atau motor) diantaranya, yang berpikiran sama seperti Saya, “Jalan cocok buat gaspoll”. Demi keselamatan, lebih baik dahului mereka dengan perhitungan yang baik. Jangan merasa sendirian.

Selain itu, karena kondisi jalan bagus juga mendorong pengemudi mobil untuk ngebut (terutama mobil besar). Membentuk putaran angin disekitarnya, dan tentu berbahaya untuk motor. Mobil yang lebih kecil juga menjadi pemicu terinjaknya pedal rem. Karena biasanya, Mereka juga sedang dimabuk jalan mulus.

Kalau berpapasan dengan rombongan mobil (baik besar ataupun kecil) dari arah berlawanan, ini juga saat yang tepat untuk menahan diri. Karena kadang tiba-tiba muncul salah satu mobil mengambil lintasan lawan, berkecepatan tinggi mendahului kendaraan lainnya. Kalau Begini, kitalah yang harus mengalah. Karena akibatnya tidak cuma lecet.

Karena kondisi jalan di Lampung kadang turun naik, pada saat akan mencapai puncak bukit, kurangi kecepatan. Karena bukit juga membentuk titik gelap, tentu pandangan kedepan juga terhalang. Kurangi kecepatan, pastikan kondisi lingkungan di depan, baru ambil langkah selanjutnya.

Kangen…

Sekedar tambahan, kecelakaan yang melibatkan motor dan mobil (umumnya mobil besar) di Lampung, kebanyakan berakhir parah. Jadi kalau ada kesempatan bermotor di Lampung, nikmati perjalanan, tetap waspada.

Sekian tulisan Saya, mudah-mudahan bermanfaat. Kalau ada yang kurang, mohon ditambah. Kalau lebih, (yah.. ambil saja lebihnya.)

2 responses

  1. mantep infonya, mas…
    ati2 juga di tikungan…

    19 December 2011 at 3:44 pm

  2. Sip,rugi kalau gak gaspol

    19 December 2011 at 4:48 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s