Cuma Weblog Entah-entahan

Archive for December, 2011

Uwak dan 80Km/jam pesanannya…

Saat kali pertama mudik sendirian dengan motor ke Lampung, daerah kelahiran Saya.  Sudah terlewat beberapa tahun lalu, tapi masih membekas dihati, sampai saat ini.

Sesaat sebelum berangkat ke pulau Jawa, orangtua angkat Saya (Saya panggil beliau dengan sebutan Uwak..) tanya tentang motor Karisma X yang saya tunggangi..

“Paling tinggi, kecepatan berapa motornya..?” tanya beliau sambil tersenyum.. (masih teringat senyum khas beliau waktu itu..)

“110 km/jam Wak…”  kalimat ini meluncur dibarengi senyum kebanggan dari bibir Saya. (Ternyata Uwak Saya ini tertarik juga ngomongin kecepatan.  Itu yang saya tangkap dari pertanyaan beliau..)

“Pake’nya 80’an aja….” beliau menyambung percakapan kami. (Ooh… jadi malu dalam hati mendengar kalimat yang ini..)

Tadinya Saya pikir Uwak benar-benar tertarik dengan yang namanya Kecepatan. Ternyata Beliau minta Saya untuk berhati-hati dijalan. Sebuah kendaraan yang meluncur lebih dari 80km/jam, menurutnya bukanlah kecepatan yang mudah untuk dikendalikan. Apalagi motor bebek. Dan saya percaya dan yakin, ucapan Beliau 100% benar. Untuk jalan mulus, sepi dan ada jaminan tidak ada hambatan, kecepatan diatasnya mungkin masih diperbolehkan. Tapi perjalanan yang kita tidak pernah tahu hambatan apa yang akan kita lewati, 80 km/jam adalah kecepatan maksimum.

Dengan 80 km/jam, jika terjadi sesuatu  sehingga memaksa seseorang mengerem mendadak, masih mungkin kendaraan untuk tetap terjaga keseimbangannya dibanding pada kecepatan diatasnya. Semakin cepat suatu kendaraan, semakin panjang jalur yang dibutuhkan untuk menghentikan laju kendaraan dengan aman. Tapi tentu juga dipengaruhi oleh konsentrasi dan kemampuan si pengendara sendiri.

Dalam berkendara, juga ada gerakan menghindari dan menguasai (bermanuver) yang diatur oleh perasaan. Kondisi inilah yang hasilnya dipengaruhi oleh kecepatan.

Apalagi perjalanan jauh, baik sendiri maupun bersama rekan, sebaiknya pakai kecepatan yang aman saja. Daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tentu bukan hal yang menyenangkan jika hanya nama yang mencapai tujuan bukan??.. (amit-amit jabang bayi..)

Sejak itu, Saya berkendara di kecepatan rata-rata 80 km/jam untuk perjalanan jauh dengan tetap mempertimbangkan kondisi lingkungan, dan full trothle pada kondisi jalan “tertentu”. Dan pesanan Almarhum tetap jadi bahan pertimbangan.

OK deh Om… tetap jaga keselamatan diri dan lingkungan. Tingkatkan kepedulian sesama pengguna jalan. Saling mengalah. Semoga bermanfaat…

Advertisements

Yang Asik saat mudik? Full Trothle’nya…

Yup… Mudik ke Lampung, dengan kondisi jalan lebih sepi daripada jalan di pulau jawa, rasanya ga afdhol kalo bawa motor cuma sekitar 60Km/jam… Harus full trothle.

Biarpun bebek, kecepatan ga akan lebih dari 100Km/jam (pake acara dibohongin Speedometr lagi), ga masalah… yang penting gas poll!!. 😎

Sebelum Saya lanjutkan, perlu dicatat, apa yang Saya tuliskan ini beresiko tinggi, dengan taruhan nyawa. Jadi, mohon jadikan ini sebagai hiburan dan tukar pengalaman saja. JANGAN PERNAH MENIRU!!. 

Lanjut!! Biasanya, Saya betot kabel gas hanya diruas jalan tertentu. Yaitu ruas Bakauheni menuju Panjang, dan ruas Bandar Jaya sampai Kotabumi, lainnya tidak. Karena selain di dua ruas jalan yang Saya sebutkan, kondisinya ramai.

Ga ngebut??… Mana tahan…

Hal-hal yang membuat Saya PD adalah, kondisi jalan minim lubang, lebar jalan kira-kira 8m, minim blind spot, lingkungan sepi, yang terakhir tapi yang utama, Insha Allah Saya hapal mana mana daerah yang bisa atau tidak untuk gasspoll.

Tapi ada masa dimana Saya harus menahan gas, karena pada dasarnya jalan bukan milik pribadi. Nah.. Berikut ini adalah kondisi dimana Saya harus bersabar, yang bisa jadi tips bagi pembaca.

Adalah, ketika Saya menemui persimpangan. Karena sesepi apapun, yang namanya persimpangan bisa mengeluarkan sesuatu yang tak terduga. Demi menghindari sesuatu yang tak diinginkan, lebih baik Saya tahan diri.

Beginilah kalo ada mobil truk yang lagi disalip.

Atau ketika mendapati rombongan mobil berat (truk dan semacamnya) yang searah tujuan, hal terbaik adalah tidak memaksakan diri. Memang seru kalau bisa selap-selip diantara truk-truk besar ala koboy jalanan. Tapi karena rombongan mobil seperti ini membentuk titik gelap (blind spot) lebih baik cari aman. Kemungkin juga ada pengendara lain (mobil atau motor) diantaranya, yang berpikiran sama seperti Saya, “Jalan cocok buat gaspoll”. Demi keselamatan, lebih baik dahului mereka dengan perhitungan yang baik. Jangan merasa sendirian.

Selain itu, karena kondisi jalan bagus juga mendorong pengemudi mobil untuk ngebut (terutama mobil besar). Membentuk putaran angin disekitarnya, dan tentu berbahaya untuk motor. Mobil yang lebih kecil juga menjadi pemicu terinjaknya pedal rem. Karena biasanya, Mereka juga sedang dimabuk jalan mulus.

Kalau berpapasan dengan rombongan mobil (baik besar ataupun kecil) dari arah berlawanan, ini juga saat yang tepat untuk menahan diri. Karena kadang tiba-tiba muncul salah satu mobil mengambil lintasan lawan, berkecepatan tinggi mendahului kendaraan lainnya. Kalau Begini, kitalah yang harus mengalah. Karena akibatnya tidak cuma lecet.

Karena kondisi jalan di Lampung kadang turun naik, pada saat akan mencapai puncak bukit, kurangi kecepatan. Karena bukit juga membentuk titik gelap, tentu pandangan kedepan juga terhalang. Kurangi kecepatan, pastikan kondisi lingkungan di depan, baru ambil langkah selanjutnya.

Kangen…

Sekedar tambahan, kecelakaan yang melibatkan motor dan mobil (umumnya mobil besar) di Lampung, kebanyakan berakhir parah. Jadi kalau ada kesempatan bermotor di Lampung, nikmati perjalanan, tetap waspada.

Sekian tulisan Saya, mudah-mudahan bermanfaat. Kalau ada yang kurang, mohon ditambah. Kalau lebih, (yah.. ambil saja lebihnya.)


Ketawa Dulu Yuk Gan….

Lagi rame nih ngomongin Mega (suster ngesot) vs Satpam….

videonya disini..

Lagi ngebayangin, kalo Saya adalah Satpam, mungkin ga cuma ditendang. Tapi ditambah pentungan.

Ckckck.. Sinta jojo, Briptu Norman, Ayu Thing2, sekarang Suster ngesot.

Negeri Video… (sambil nunggu video Ar**l vs mpok N*ri..)

lupakan wisma Atlit, Sondang Hutagalung, Nunun, juga Nazarudin…


Mohon Dukungan, Rencana Reklamasi Pantai Pada Awal Tahun…

Perkembangan terbaru dari masalah abrasi pantai Labuhan Maringgai.

Target!.

Menyikapi kondisi pantai yang pernah Saya ceritakan, Saya bersama kawan dari daerah Kotabumi-Lampung Utara, berniat melakukan sekedar usaha menahan laju abrasi air laut, dengan menanam pohon Bakau, atau Reklamasi pantai.

Kegiatan Insha Allah akan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Januari 2012. Sekaligus menyambut Tahun baru.

Karena banyak dari Kami adalah anggota Pramuka Kotabumi tahun masa 1999-2004, maka kegiatannya adalah temu kangen sesama anggota. Dimana sebelumnya direncanakan untuk melaksanakan kegiatan “masuk kawasan hutan” di wilayah kec. Bukit Kemuning-Lampung Utara, dialihkan menjadi acara “Reklamasi Pantai dan Temu Kangen”, berlokasi di kec. Labuhan Maringgai-Lampung Timur.

Bentuk acaranya sendiri, kemungkinan berkumpul pada tanggal 31 Desember 2011 di lokasi, berkemah di sebuah lapangan terdekat pada malam tahun baru, acara inti (penanaman pohon Bakau) di pagi hari tanggal 1 januari 2012, dan penutupan serta pembubaran pada siang harinya.

Sejauh ini, usaha yang kami lakukan agar acara ini lancar adalah mengumpulkan dan mengajak kembali kawan-kawan dari Kotabumi, mencari info tentang bibit pohon Bakau dan tanaman lain yang bisa hidup di pantai, meminta ijin dari Pamong setempat (RT, RW, Lurah, serta pemilik Tanah), dan mengajak pemuda setempat untuk ikut serta.

Mengingat positifnya acara, mudah-mudahan tidak ada halangan dalam pelakasanaannya, juga berharap dukungan dan do’a kawan-kawan pembaca blog, semoga acara ini lancar.

Sampai sekarang, bibit bakaulah yang paling sulit didapat. Karena kondisi kawan-kawan (Saya juga) disibukkan pekerjaan, waktu sebulan rasanya berat. Tapi Insha-Allah, “When tere’s a will, there’s a way..” 😎

Saya sangat berharap masukan dari teman-teman pembaca… Jadi kalo ada saran terutama tentang bibit, silahkan masukkan ke ruang komentar.

Sekian kabar terbaru dari Saya, mohon do’a dan dukungannya.. Terima-kasih. Mudah-mudahan bermanfaat.


Premium Habis, Pertamax Ga Ada…

SPBU Sekampung Udik, Lam-Tim…

Kisah lain seputar mudik ke Lampung.

Langkanya Premium di SPBU Lampung, Lampung Tengah (Bandar Jaya), Lampung Utara (Kotabumi), Lampung Timur (Sribawono, Labuhan Maringgai, Mataram Baru, Way Jepara). Dimulai sejak hari kedatangan Senin 21 November.

Hari Senin sekitar jam 11 siang, Saya antri hampir 20-menit. Ketika motor terakhir didepan Saya sedang mengisi, (dalam hati) Alhamdulillah… akhirnya tiba giliran Saya. 🙂

“Habis!!..” teriak operator.

“What!!..” “Astaghfirullah aladziim…” keterlaluan nih operator, masa bensin sudah hampir habis masih buka antrian panjang tanpa peringatan sama sekali…

OK deh. Terima aja… Sapa tau ada dosa Saya ada yang dihapus saat ngantri tadi…  :mrgreen:. Lanjut cari SPBU lain yang masih ada…

Dapet. Seperti sebelumnya, puuaaannnjanggg…..

Sebelah kiri rata-rata tukang bensin Eceran yang ngantri, sebelah kanan motor pribadi. Ambil yang kanan aja, meskipun lebih panjang, tapi ngisinya lebih sedikit. Menurut perhitungan, tentu lebih cepat.

Alamakkk…. Sampai diujung, ternyata selang bensin cuma satu. Yang satu rusak, jadi kanan kiri, antriannya sama. Kalo ambil sebelah kiri justeru lebih cepat sekitar 3 motor. Pengen negur mbak operatornya, tapi karena liat tampangnya yang kecape’an, jadi ga tega… Dasar nasib!! Emang penuh perjuangan kalo tinggal di Kampung, ga seperti Cikarang, SPBU seperti Cendawan musim hujan. Hampir setiap 1/2Km ada SPBU…

Sudahlah.. kurang dari sejam lagi sampe. Bahagia rasanya.

Itu hari pertama di Bandar Jaya-Lampung Tengah, hari berikutnya ga ada motor-motoran. Karena Saya bersama keluarga berkunjung ke Labuhan Maringgai-Lampung Timur naik mobil (pengen naik motor, tapi dilarang keras).

Hari ketiga di Kotabumi-Lampung Utara, premium sama langkanya. Tapi masih ada pertamax, kalo di Cikarang biasa campur pertamax+premium, di Kotabumi pertamax full tank. Daripada beli premium eceran Rp6000,-/liter, mending pertamax sekalian.

Dihari ketiga inilah Saya akan pulang ke Cikarang, transit dulu di Kalianda-Lampung Selatan, ke tempat orang tua angkat. Tapi rencana tinggal rencana. Karena sesuatu dan lain hal, Saya harus kembali ke Labuhan Maringgai menjemput seseorang.  Artinya, cuti 3 hari yang Saya ajukan, harus ditambah satu hari lagi. Aseeekkkk…. Bisa ke pantai nih, makan kerupuk ikan sepuasnya, makan pempek. Benar-benar liburan. 😎

Sekitar jam 6 sore Saya sampai di wilayah Sukadana-Lampung timur, mata pun mulai menari kesana-kemari berharap menemukan SPBU. Sukadana, Way Jepara, Mataram Baru, hampir satu jam perjalanan “PREMIUM HABIS!”.

Tapi masih ada Pertamax. Alhamdulillah… jadi orang mampu lagi kali ini. Banting stang, masuk Pom. “Pertamax mba!!…” percaya diri sekali nih bebeker.

“Pertamax ga ada pak…” jawab si emba.

“Lho!!??..” Masih ga percaya…

“Baru ada tulisannya.. Pompanya belum ada.”

Wah!.. Baru nyadar, ternyata emang ga ada pompa. Cuma tulisan Pertamax aja yang gede. Yah.. Akhirnya bebek minum bensin eceran. Ga papalah.. sekali-sekali.. Yang penting bebek bisa ngapung lagi. Full throttle lagi.

Perjuangan hari ketiga cari premium di SPBU, usai sudah. Tanpa hasil. Hari keempat dalam perjalanan ke Kalianda, jalan pulang sembari berburu Premium.

Yang paling berkesan dihari keempat ini. Sekitar 30menit perjalanan, akhirnya Saya temukan juga SPBU yang mengandung Premium. Maka Saya langsung masuk antrian, baru standar samping Saya pasang tiba-tiba seseorang menghampiri. Pikiran langsung aneh-aneh, ngapain nih orang??..

Yang tengah yang ngasih tau… Makasih ya Om…

“Pak, mending bapak langsung ke depan. minta tolong ama yang jaga, supaya di isi langsung… Kalo ngantri bisa sejam pak…!!!” fiuh!!.. lega, ternyata nih orangternyata baik.

Langsung dah kedepan, minta tolong ke operator yang lagi sibuk. Ternyata parah sekali, operator cuma satu, yang ngantri jerigen semua. Ada satu petugas polisi disitu, mungkin untuk memastikan keamanan. Karena emang kondisinya rame, kalau ga dijaga, pasti antriannya ga rapih.

Yang motornya boros… Liat nih…

Alhamdulillah Operator bersedia mendahulukan Bebek Saya. Terimakasih Saya tak terhingga buat si Bapak operator.

Dengan tampang capek, si Operator bilang “Yah.. beginilah kondisinya, harap bapak maklum kalo semrawut begini..”

si operator juga bilang kalau di wilayah Lampung Timur, cuma di tempat ini (kec. Sekampung Udik) yang dapet jatah premium.. Itulah kenapa malam sebelumnya Saya ga dapet SPBU yang mengandung premium. Karena sistemnya jatah.

OK deh. Isi Rp10000,- aja.. Inikan jatahya warga setempat, bukan warga Cikarang 😀 .

Terimakasih Pak…

Dan meluncur lagi menuju Kalianda.

Selamat tinggal.. Akhir tahun kita ketemuan lagi…

Di Kalianda juga sama. Premium langka… Tapi masih ada yang menyediakan Pertamax. Jadi isi Pertamax lagi..

Dan bersiap untuk perjalanan sepanjang malam melintasi gelapnya jalan kalianda-bakauheni, dilanjutkan sepinya Banten, Jakarta, dan Pagi harinya Saya telah sampai di Cibitung. Memulai rutinitas seperti biasa.

Sekian cerita Saya kali ini, mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil, terutama bagi pecinta motor boros. 😀