Cuma Weblog Entah-entahan

Bye-Bye Marco :-(

Casey Stoner:
“Aku syok dan sedih atas meninggalnya Marco. Ketika hal-hal seperti ini terjadi, kita diingatkan bahwa betapa hidup begitu berharga. Aku merasa remuk redam di dalam. Yang bisa aku katakan, aku berbela sungkawa untuk seluruh keluarga Marco. Aku tak bisa membayangkan apa yang sedang mereka lalui saat ini. Hanya doa untuk mereka. Aku harap semua tetap bersatu dan menghadapi tragedi ini bersama-sama.”

Dani Pedrosa
“Dalam tragedi seperti ini, tak banyak yang bisa dikatakan. Aku hanya ingin menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya untuk keluarga dia dan semua orang yang menyayangi dia. Aku sempat bersama ayahnya, dan yang kami bisa lakukan adalah saling berpelukan. Tidak ada yang lain. Itu kecelakaan yang fatal, dan semua orang di paddock masih syok. Berkali-kali kami melupakan betapa olahraga ini bisa sangat berbahaya, dan ketika kita kehilangan orang-orang seperti ini, hal-hal lain tidak ada artinya. Jelas sekali bahwa kami semua melakukan apa yang kami suka, apa yang kami cintai. Tapi di hari-hari seperti ini, semuanya jadi tidak penting.”

Andrea Dovizioso
“Dalam keadaan seperti ini kata-kata tidak berarti. Aku memikirkan keluarga Marco dan semua orang yang menyayangi dia, terutama bapak dan ibunya. Aku juga punya satu anak dan apa yang terjadi hari ini adalah situasi paling berat yang bisa Anda bayangkan. Aku melihat rekamannya dan aku syok. Dalam balapan Anda bertarung dan berusaha keras, dan petaka sering mengintai di tikungan. Marco pembalap yang tangguh dan dia selalu berusaha keras. Kami sudah membalap bersama sejak masih anak-anak. Dari dulu aku melihat dia selalu berusaha maksimal. Dia terjatuh berkali-kali, tapi tanpa cedera parah, dan dia terlihat tak terkalahkan. Apa yang terjadi hari ini sepertinya tidak mungkin.”

Sumber pernyataan

Kaget, ga percaya, itu yang saya alami.  Karena ga sempet mantengin MotoGP karena sesuatu, saya baru tau tadi malam, sekitaran jam 7 malam. telat.

Marco, pembalap yang sempat Saya benci lantaran menyebabkan Dani Pedrosa  jatuh hingga absen beberapa seri.  Bagaimana tidak, sebagai penggemar Honda, tentu saya menjagokan siapapun yang menunggangi motor Honda, terutama Trio Repsol. Dan Marco dengan “keliarannya”, telah menghapus peluang Daped untuk bersaing di tiga besar juara dunia brsama JL dan CS.

Tapi tiba-tiba saya jatuh cinta dan menjadi penggemar dadakan. Karena semenjak di Jerez, doi kelihatan mulai berubah, lebih hati-hati, lebih meningkat skill balapnya, apalagi beberapa seri terakhir, terutama di Pillip’s Island, Marco berhasil memukau saya dengan gayanya. Bahkan Saya akan mendukungnya tahun depan.

Artikel ini Khusus untuk mengenang Marco. Dari seorang penggemarnya. 

BYE-BYE MARCO...

2 responses

  1. Selamat jalan

    24 October 2011 at 8:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s