Cuma Weblog Entah-entahan

Masih mau serahin Kunci ke Satpam??

Motor musim Pancaroba. Kumuh…..

Menarik atau engga, pokoknya Nulis.

Mungkin ada sebagian dari kita pernah mengalami kunci kontak tertinggal di motor saat parkir. Dan saya pernah beberapakali, yang paling akhir sekitar pertengahan bulan Maret kemarin.

Biasanya Cuma jadi pengalaman  biasa. Tapi karena ada sesuatu yang mengganjal, jadi terinspirasi untuk menulis artikel. Mudah-mudahan bisa jd pelajaran buat kita semuanya..

Waktu itu kunci motor saya hilang. Sempat dicari ke dalam jok juga, tapi nihil. Saya teruskan ke petugas jaga (Satpam), saya diminta menunjukkan STNK, dan petugas dengan senang hati menyerahkan seperangkat kunci yang saya yakin kunci milik saya. Petugas mengantar saya untuk memastikan kunci yang “mereka” temukan. Dan cocok.

Senangnya bukan kepalang, Bahagianya tidak terbayang, seperti orang puasa denger adzan maghrib. Tiada terperi…

Pak Satpam terus bilang “Memang tadi saya liat kunci ini nggantung dimotor, (sambil menunjuk kestang motor) jadi saya amankan.”

Dan bla.. bla.. bla.. bla.. (pokoknya panjang kalo diceritain. Dipotong aja.)

Pada akhirnya pak Satpam bilang begini… “jadi begini pak… sebenernya kami ga minta, tapi kami mohon pengertiannya untuk… (ente tau dah arahnya kemana kalimat ini.)…”

Selembar “uang pengertian” pun saya serahkan atas nama terimakasih.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari “uang pengertian” yang saya keluarkan. Tapi kalimat pak satpam yang bilang dia menemukan kunci di stang motor, adalah bohong. Kenapa? Karena, sebelum meninggalkan motor, saya yakin kunci ada di jok (terakhir saya buka jok buat menyimpan jaket). Jadi mustahil saya pasang kembali ke stang. (bagian inilah yang mengganjal buat saya)

Saya yakin ada orang yang menemukan dan menyerahkan kunci dimotor saya ke Satpam yang sedang tugas. Dan bukan Satpam langsung yang mengamankannya . (mudahan Allah membalas perbuatan orang yang telah menyelamatkan kunci motor saya.)

Pengalaman menyerahkan kunci ke petugas jaga pernah saya alami. Rasanya tidak Ikhlas jika ternyata ada petugas yang “model” begini. Jika ingin menyerahkan langsung ke pemilik tentu merepotkan buat kita. Maka jalan termudah menitipkan ke petugas jaga.

Agak bingung juga menilai bagaimana sebaiknya. Karena Sumber masalah sebenarnya ada pada pemilik motor. Ke”teledor”annya bisa saja berbuah kehilangan motor tersayang. Yang artinya lebih baik keluar beberapa puluh ribu rupiah daripada harus kehilangan motor.

Yang jelas, saya jadi berpikir lagi kalau menemukan kunci di tempat parkir. Mungkin lebih baik ke bagian Informasi, dan panggil pemilik motor dengan nomor polisi sekian, karena saya pasti tidak Ikhlas menyuburkan “uang pengertian”.

Dan tentunya berbeda dengan “uang terimakasih”. Karena “uang terimakasih” muncul dari pemilik motor yang “bingung” cara berterimakasih.

Sedang “uang pengertian”, bisa saja keluar dari pemilik motor yang mungkin sedang memegang uang terakhir untuk minggu terakhir. Wew!!.. dilema tuh kayaknya. (khan abis belanja pertengahan bulan.)

Masih mau nyerahin kunci ke Satpam?? Saya enggak lagi.

Waduh.. kenapa jadi Curhat begini…

Ga papalah.. namanya juga newbie…

4 responses

  1. pertamax!! pertamax mahalll.. hehehehe

    13 April 2011 at 6:52 pm

    • Halah!!.. ngapusi..
      wong pake Octan Booster ngakunya Pertamax.. Selamat datang masBro..

      15 April 2011 at 3:34 pm

  2. bah….ada uang terima kasih dan pengertian juga rupax,mumet Indonesiaku…

    19 April 2011 at 6:05 pm

    • Setubuh gan….

      tanpa mengurangi sedikitpun dari segenap rasa terimakasih, uang “pengertian” adalah buruk.

      20 April 2011 at 10:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s