Cuma Weblog Entah-entahan

Bulan Bintang Dalam Islam

Sultan Muhammad (Mehmed) II bergelar  al-Fatih (sang penakluk) berhasil mengalahkan Bizantium dan menaklukkan Konstantinopel tahun 1453 M. Dengan terbukanya Konstantinopel sebagai benteng pertahanan terkuat Kerajaan Bizantium, lebih mudahlah arus ekspansi Turki Utsmani ke Benua Eropa.

Dimasa inilah lambang bulan bintang yang dikenal umat Islam di Indonesia mulai dipakai. Kota Konstantinopel di jadikan Ibukota Turki Utsmani dan namanya diganti menjadi Istanbul.

Bulan bintang telah digunakan sebagai lambang Byzantium. Didedikasikan pada Dewi Artemis (Dewi Diana) yang bersimbol bulan sabit. Mereka menaklukan kota itu dengan diterangi cahaya bulan dan catatan lain yang menyebutkan bahwa bulan sabit merupakan simbol Dewi Tnit (Carthagian, Bangsa Phoenioc).

Simbol bulan sabit tetap dipertahankan ketika kota ini direbut bangsa Romawi oleh kaisar Constantine pada 330 M. Nama kota berganti menjadi Nova Rome (Roma Baru) dan menjadi ibukota Romawi, pindah dari Roma di Italia (pada 395 M, Romawi pecah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur).

Namun setalah raja Constantine wafat, kota ini lebih dikenal dengan nama Konstantinopel (kota Konstantin). Namus kaisar menambah simbol bintang ditengahnya. Bintang disebutkan sebagai simbol perawan suci bunda Maria. Namun catatan lain menyebutkan bahwa simbol bintang dirujuk dari simbol Dewi Ishtar (kata star = bintang dalam bahasa inggris diambil dari nama dewi itu).

Catatan lain menyebutkan bahwa kedua simbol itu telah dipakai bangsa Turki Kuno. Hal ini dibuktikan oleh penemuan artefak yang menggambarkan bulan bintang. Bahkan disebutkan bahwa simbol itu juga digunakan di Sumeria. Simbol itu kemudian diserap bangsa Turki ketika mereka melewati lembah itu dalam perjalanannya dari Asia Tengah – wilayah yang diduga sebagai asal-usul bangsa Turki – menuju Anatolia.

Ada juga yang menyebutkan bahwa bulan melambangkan wilayah kekuasaan Turki Utsmani. Ujung atas bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yaitu sebagian Asia. Bagian tengah bulan melambangkan wilayah Turki Utsmani yang berada di kawasan benua Eropa. Sedangkan ujung bawah bulan melambangkan benua Afrika. Lalu bintang yang terletak di tengah bulan melambangkan ibukota kesultanan Turki Utsmani yaitu Istanbul karena letaknya kira-kira memang diantara tiga benua tersebut.

Sedangkan legenda Turki Utsmani menyebutkan bahwa simbol-simbol tersebut diambil dari mimpi Utsman I. mimpi itu terjadi jauh sebelum ia menjadi raja. Penasihat spiritualnya menyebutkan bahwa mimpi itu menjadi pertanda akan kebesarannya namanya di masa depan.

Mana yang benar? Hingga kini belum ada penelitian yang meyakinkan soal ini. Namun, Ottoman adalah Negeri Islam pertama yang menggunakan simbol tersebut.

Jadi yang benar, Bulan Bintang adalah Simbol kekaisaran Turki Utsmani, bukan Islam. Meskipun Islam menjadikan bulan sebagai patokan perhitungan,  seperti kalender Hijriyah, tapi bulan bintang yang kita kenal menunjukkan jatuhnya konstantinopel. Simbol kebesaran Turki Utsmani.

Kaum pagan memang menggunakan simbol-simbol tertentu sebagai penghormatan pada sesuatu yang mereka sembah, tapi tidak dibenarkan dalam Islam.

Masa Islam sebelumnya tidak pernah menggunakan simbol apapun untuk menunjukkan jati dirinya.

Rasulullah Muhammad SAW maupun Khulafaur Rasyidin (632-661) tidak pernah membuat ketetapan soal simbol. Al-Qur’an pun tak pernah membicarakan soal tersebut. Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa di zaman Rasulullah hanya ada bendera panji-panji perang sederhana dengan satu warna: hitam, putih, atau hijau. Di ‘Negara Madinah’ di zaman Khalifah yang empat memiliki simbol berupa bendera persegi empat berwarna hitam.

Bendera segi empat warna hitam juga digunakan Dinasti Umayah di Damaskus (660-750) dan di Kordoba (929-1010), dan Dinasti Abbasiyah di Baghdad (750-1258) maupun di Kairo (1261-1517). Hanya Dinasti Fatimiyah di Kairo (909-1171) yang menggunakan bendera warna hijau.

Jika kita cermati, semua dinasti yang menggunakan simbol yang sangat sederhana itu adalah dinasti yang berdarah asal dari tanah Hijaz. Sedangkan kerajaan-kerajaan Islam lainnya seperti Ottoman, Saljuk, Malmuk, Moghul, maupun keajaan-kerajaan Islam Nusantara memiliki bendera yang bergambar.

Kalau masih ada yang bilang bahwa Tuhan umat Islam (Allah) adalah nama lain dari Dewa Bulan, maka dia perlu banyak membaca sejarah. Terutama sejarah yang dia belum kenal. (jangan-jangan yang mereka baca, adalah sejarah hasil “Revisi”)

Kata Allah merujuk pada suatu dzat yang Maha Segala, yang tidak ada secuilpun kesamaan dengan Mahluk atau ciptaanNya.

Sedang Bulan adalah Ciptaan Allah.

“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat” (QS:As-Syura(42):11)

Buat saya, lambang bulan bintang harusnya mengingatkan kita pada hadist berikut:

“Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)”

(kalau merujuk hadist diatas, maka jatuhnya Roma ke dalam kekuasaan Islam adalah hal yang pasti. Karena Rasul sendiri yang mengatakannya. He…) tinggal tunggu waktu.

Tulisan ini dibuat sebagai jawaban atas fitnah yang dilancarkan kaum kafir dan Musyrik yang mengatakan Allah=Dewa Bulan. Mudah-mudahan bermanfaat.

dari berbagai sumber salah satunya Disini

4 responses

  1. Pingback: Turki Utsmani (Ottoman) « Nasi Goreng Kambing

  2. lia

    sprti yg d katakan d ats, daging babi
    ntu mnimbulkan bnyak pnyakit……..
    tpi knp yah yg bahkan orang2 yg stiap hari mkan daging babi sma skali ga knpa2, bahkan sehat2 zha ntu.

    13 April 2012 at 6:36 pm

    • 😀
      Wah kurang tau jg tuh knp bnyak yg sehat walopun makan Babi tiap hari.
      Sy cuma bersyukur aja jd manusia yg dimuliakan dengan makanan yg sehat, dan menyehatkan. 😉

      16 April 2012 at 2:57 pm

  3. perjuangan yang sungguh mulia…

    25 May 2013 at 12:24 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s