Cuma Weblog Entah-entahan

Merokok adalah HAM

Lagi asik nyantai naik motor, tiba-tiba datang gumpalan abu rokok bersama baranya. Wuihhh…, ga pake perasaan tuh orang. Ga tau apa kalo keselamatan gua barusan terancam!?..

Coba kalo tuh abu yang lagi nyala kena di mata, kena kulit aja udah ganggu konsentrasi gua, apalagi di mata. Lagian kenapa juga tuh perokok buang abu sembarangan? Emang dimobilnya ga ada asbak? Kalo ga ada, mestinya jangan dibuang. Isep sampe abis jangan ada sisa, biar orang lain ga keganggu.

Jadi inget ama temen. Lagi mo nunggang motor, udah di nyalain, tinggal nunggu dia naik, berangkat. Tapi kok lama ya??? Pas gua cek, ternyata dia lagi sibuk nyalain rokok.

Klik, ceklek. Motor gua matiin, standar gua pasang, terus gua bilang “kalo mo ngerokok, ngerokok aja dulu deh, kalo dah selesai, baru berangkat.”

“Emang knapa sih??” nanya balik dia.

“kalo mo ngerokok, jangan naik motor. Karena mengganggu pengendara yang lain!!” lagak gua.

Cerita diatas nyata, tapi memang tidak terlalu penting. Yang terpenting, bagaiman kita bersikap untuk tidak mengganggu Hak orang lain.

Merokok memang POLEMIK. Satu sisi dianggap sebagai Hak Azasi, tapi disisi lain mengganggu Hak Azasi orang lain. Pilih mana?

Entah sensasi apa yang dinikmati seorang perokok, yang jelas, mereka (sebagian) merasa tidak hidup tanpa rokok. Status rokok itu sendiri tidak jelas, halal atau haram (katanya sih Makruh yang mendekati Haram). Padahal dari sisi manapun kecuali Produsen, tidak ada manfaatnya sama sekali (ada yang tidak setuju??). Bukankah seharusnya bisa jadi Haram?

Padahal kerugian merokok tidak sebatas kesehatan. Tapi juga berefek pada Ekonomi dan Politik dunia.

Faktanya adalah:

  1. Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
  2. Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
  3. Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
  4. Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
  5. Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
  6. Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
  7. Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
  8. Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
  9. Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
  10. Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
  11. Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
  12. Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
  13. Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun.

dikutip dari: eramuslim

(Kalau dalam Rupiah berapa ya??)

Dan PT. HM Sampoerna, kini menjadi salah satu perusahaan milik Philip Morris.

Wah.. luas sekali jangkauan kaum Yahudi menguasai dunia. Dan kita menjadi pendukung mereka tanpa sadar.

Kita keluar dari fakta diatas. Karena fakta tersebut hanya penyegar tulisan ini.

Merokok memang Hak bagi perokok. Tapi jika mengganggu Hak orang lain, akankah Hak kita akan tetap kita ambil? Adakah kerugian kecil ataupun besar yang ditimbulkan dari tidak merokok?

Merokok tidak dilarang, tapi diarahkan. Jadi ikutilah arahan itu.

Yang terbaik adalah, jangan merokok ditempat umum, jangan buang abu rokok sembarangan terutama jendela mobil, tidak merokok sambil berkendara, dan lain-lain….

Satu lagi, abu rokok yang dibuang saat berkendara, mengikutkan bara api. Bara api inilah yang bisa berakibat fatal bagi pengendara lain. Mari kita galakkan,

“TIDAK MEROKOK DIKENDARAAN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s