Cuma Weblog Entah-entahan

Latest

Cikarang Banyak Yang Libur…

Nyolong dari FB temen... Buruh di PTUN Bandung.

Lanjutan aksi buruh Bekasi yang menentang hasil putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan gugatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi atas pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2012.

Hari ini para Buruh akan melakukan aksi dengan mengumpulkan massa dan men’sweeping pabrik-pabrik yang masih beroperasi.

Kemarin Buruh juga sudah beraksi, bahkan massa sempat menutup pintu tol DeltaMas, sehingga jalan tol macet. Kali ini sepertinya akan lebih besar.

Beberapa pabrik di wilayah Cikarang diliburkan, menghindari aksi sweeping. Bahkan ada karyawan yang sudah datang ke pabrik, dipulangkan. (Sayang Saya bukan buruh pabrik. Jadi ga ikut libur… :D )

Sekitar dua minggu lalu juga beberapa pabrik sudah diliburkan, Sekolah juga ada yang diliburkan. Menghindari aksi yang sama, Tapi ternyata aksi tidak jadi dilakukan. Sekolah yang hari ini tidak diliburkan, siap-siap terjebak macet seperti kejadian beberapa bulan lalu.

Per pagi ini, aksi sudah dimulai. Kemacetan sudah terlaksana, pintu tol sudah ditutup. Jadi buat siapa saja yang hendak melintasi wilayah Cibitung hingga Cikarang, sebaiknya diurungkan. Daerah Kerawang gimana ya??.. libur juga kah??

Buat yang libur, selamat berlibur. Selamat ber’beres-beres rumah… :grin:

Sekian sekilas Info dari Cikarang, om Idog melaporkan…

Jangan menyetir Saat Mabuk??.. PREET!!..

milik detik.com

Berbagai kemarahan sudah dicurahkan banyak orang lewat tulisan sejak tragedi Tugu Tani pada Minggu 22 Januari 2012 lalu.

Dan paling banyak marah karena pengendara ternyata positif sedang dibawah pengaruh Narkoba dan Miras.

Ada juga yang mengeluarkan uneg-uneg menyalahkan pihak berwenang. Yang terheboh adalah menyalahkan Departmen Perdagangan yang dengan mudahnya meluluskan ijin penjualan kendaraan.

Terlepas dari semua itu, om Idog ingin berbagi pengalaman lagi kali ini.

Om Idog jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2008. Waktu itu om Idog terpaksa mudik naik motor dengan barang bawaan berlebih. (Waktu itu lagi emosi, jadi ga kepikir buat ngirim barang via jasa pengiriman..).

Karena kebiasaan Saya yang berangkat mudik dari Cikarang pada tengah malam, dengan perhitungan, Saya akan mencapai pulau Sumatera pada pagi harinya. Dan biasanya semua berjalan lancar kecuali sekali ini.

Dengan beban extra berat, memaksa motor Karisma hanya mampu berlari pada kecepatan 40Km/jam. MENTOK!!. Dan ternyata, berkendara dengan kecepatan dibawah 70Km/jam membuat Saya terserang kantuk. Bahkan Saya sempat tidur dipinggir jalan selama lebih dari setengah jam. Tapi hasilnya tidak lama. Ngantuk lagi.

Ketika perjalanan Saya mencapai Cilegon, ngantuk parah mulai menyerang lagi.. Dan sekitar 2Km menjelang pelabuhan, mata Saya sukses tertutup. Ketika tiba-tiba Saya terbangun, buka mata, TELAT!!. Sekitar 5m di depan Saya ada motor yang sudah memberi sign kanan hendak berbelok, tapi terlalu lambat. Maklum.. waktu sudah jam 5 pagi. Jadi orang merasa aman. Yang mau ngebut ayuh.. yang yang mau nongkrong ditengah jalan juga “Insha-Allah” aman (begitu kali pikiran nih orang).

Dan tumbukan pun tidak bisa dihindari. Beban Saya terlalu berat untuk bermanuver, padahal kecepatan tidak lebih dari 20km/jam.

Dan ajaibnya, setelah tumbukan itu, rasa Kantuk yang tadi nongkrong disekitar Saya, tiba-tiba menghilang ga tau kemana… Benar-benar ga bertanggung jawab!! :evil:

Tidak heran kalau AS si sopir maut tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Bahkan mengendalikan dirinya sendiri dia sudah tidak mampu. Narkoba, Miras, kurang tidur. Klop Dah..

Kalau Saya yang berkendara pada kecepatan rendah, kemudian terserang kantuk bisa kehilangan kendali, apalagi AS.

Jangan Menyetir saat mabuk.. Omong kosong Gan!!..

Kembali ke pokok. Ada Saya temui pernyataan yang berupa himbauan untuk tidak menyetir pada saat mabuk. Busyet dah Pak.. Boro-boro mo mikirin ga boleh nyetir, sadar juga engga pak. Aneh lho Bapak ini. Begitu kira-kira ngelessnya…

Kalau ada temannya, mungkin temannya bisa mencegah yang bersangkutan untuk menyetir. Tapi kembali lagi, itu bisa dilakukan kalau temannya dalam kondisi sadar. Alias tidak mabuk juga.

Mungkin saran paling baik adalah, bawa teman yang tidak minum dan ngobat, suruh dia mencegah si peminum untuk tidak menyetir saat mabuk. Gimana??? Pasti sukses dah.

Biar ditampol tuh temennya, berani-beraninya ngelarang orang mabok. :mrgreen:

Kalo Saya sih jauh-jauh dari orang mabok. Takut kena gampar. kekeke… :grin:

Kalau saran yang paling tepat menurut om Idog: Bagi pengendara, kendaraan apapun, JANGAN MABOK.

Ga ada ceritanya orang mabok bisa mikir dengan jernih. Terlepas dari halal/haramnya, buat orang yang biasa berkendara, paling efektif menghindari efek negatif dari mabuk adalah dengan tidak mabuk…

Insha-Allah ga akan terjadi kecelakaan gara-gara teler. Gimana?? Ada yang mau nambahi?? Silahkan.

Ooo.. Mio-Fino Itu bukan Retro Tho!!??…

Sapa tau ada yang bisa kasih pencerahan…

Bandung – Sebelum motor Yamaha Mio Fino, Honda sudah terlebih dulu meluncurkan motor retro Scoopy di Indonesia. Meski kalah cepat dari Honda, Yamaha menuturkan mereka tidak cuma sekedar latah mengikuti tren.

“Varian ini mengisi kekosongan dari segmen klasik Yamaha. Dan bila ada yang mengatakan kami mengikuti produsen lain, itu tidak benar. Karena lahirnya Mio Fino ini merupakan hasil strategi marketing kita. Dan produsen lainnya juga memiliki strategi,” kilah GM Marketing Communication and Community Head PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Eko Prabowo di Bandung.

Saat ditanyakan apakah dengan lahirnya Mio Fino bisa mengalahkan produsen Jepang lainnya, yang lebih dulu mengusung varian retro terlebih dahulu, lelaki murah senyum ini menjawab dengan santai. “Lihat saja nanti biar masyarakat yang menilai,” tutupnya.

Sebelumnya Yamaha menilai tren motor retro ketinggalan 3 tahun. “Kita tidak tahu siapa yang jadul, karena tren motor retro itu 3 tahun yang lalu di Indonesia, bukan sekarang (tahun 2010),” ujar Presiden Direktur Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti di 2010 lalu saat skutik Xeon pertama kali keluar.
Angin pun mulai berubah. Dan Yamaha pun tidak mau menyebut Fino sebagai motor retro melainkan motor klasik. Yamaha menargetkan penjualan Mio Fino sebanyak 20 ribu unit per bulan. Ada 3 varian Mio Fino. Mio Fino Sporty dan Mio Fino Fashion dibanderol seharga Rp 13,5 juta. Sedangkan Mio Fino Classic dipasarkan seharga Rp 13,65 juta.

Sumber (klik)

Detik belum kenal YIMM ya??.. Jangan-jangan artikel kadaluarsa nih. Masih pake YMKI.. :grin:

Terlepas dari itu, patut di apresiasi langkah Yamaha yang menyediakan lebih banyak pilihan motor di Indonesia…

Jangan ketawa terlalu lebar ya… Cukup senyum aja.

Surat Dari Afriani Susanti

Milik republika.co.id

NARKOBA+MIRAS… Apalagi yang bisa dilakukan. Kecuali MENYESAL. Andai ada yang bisa AS lakukan untuk menebusnya.

Untuk jadi bahan pelajaran buat kita yang masih Sadar.

Inilah isi permohonan maaf lengkap Afriani Susanti:

Assallammualaikum Wrh Wbr

Dengan ini saya Afriyani Susanti, melampirkan surat permohonan maaf atas kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 22 Januari 2012, lewat keluarga saya dan kuasa hukum saya.

Sesungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam kepada semua korban dari saat kejadian tersebut hingga akhir dari perjalanan hidup saya nanti. Terkhusus untuk seluruh keluarga korban. Saya tak lagi bisa berkata-kata untuk mengungkapkan rasa penyesalan yang teramat dalam. Maafkan saya atas kehilangan cinta Anda, maafkan saya atas kehilangan pengharapan Anda, maafkan saya..

Demi Allah saya memohon maaf atas semuanya… Saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dari Anda semua… Tapi izinkan saya untuk mengatakan “maaf…maaf…maaf!”

Di kesempatan ini, saya juga ingin meminta maaf kepada kakak saya, adik-adik saya, om, tante, saudara-saudara saya, sahabat dan seluruh teman-teman saya… Maafkan saya…dan terima kasih untuk semua doa dan dukungan.

Untuk ibu saya…maafkan saya bu. Anak ibu yang tak sedikitpun sempat membahagiakan ibu… Doa ibu cukup untuk membuat saya merasa lebih berarti dari apapun. Maaf bu…maaf.

Akhir kata… Saya Afriyani Susanti memohon ampun dari Allah SWT, atas kekhilafan yang saya perbuat. Ya Allah, semoga Kau terima tobatan ?? hamba. Dan hamba memohon bukakan pintu kebaikan dan kemudahan untuk para korban. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kemudahan.

Sekali lagi saya mohon maaf… Maafkan saya atas semuanya… Maafkan… Maafkan saya… Maafkan saya…

Wassalammualaikum Wrh Wbr

Jakarta, 25 Januari 2012

Sumber (Klik)

Perkembangan Kampung Ane…

Lanjutan dari artikel sebelumnya…. Bentrok antara dua suku besar di Lampung Selatan.  Saya benar-benar khawatir masalah ini meluas.  Masalah ini sempat menyentuh isu SARA…

Simpang siur berita yang Saya dapat di Internet soal penyebabnya. Yang jelas kerusuhan antar kampung itu memang ada. Dari info yang Saya dapat dari Keluarga disana, masalahnya diawali dengan permasalahan antar pemuda di tempat pesta, berlanjut ke tawuran antar kampung, berlanjut lagi kekisruhan antar suku.

Terlepas dari penyebab sebenarnya, Saya berharap kedua kelompok bisa kembali akur. Karena selama ini mereka hidup akur, berdampingan, Tanpa memandang perbedaan satu sama lain.

Menurut penerawangan Om Idog sih, Penyebab Utama kisruh ini adalah MIRAS. Karena (kalo emang benar) masalah awalnya datang dari tempat pesta, hampir bisa dipastikan pemuda-pemuda yang terlibat sedang dibawah pengaruh minuman.

Karena dari pengalaman om Idog, berkali-kali om Idog berkumpul ditempat pesta bersama rekan-rekan om Idog, selalu di situ tersedia minuman keras. Tentunya tidak terang-terangan.

Di Kampung Saya sendiri, wanita/anak2/Manulanya sudah diungsikan, sementara yang lelaki dewasa berjaga-jaga di Kampung. Takut ada serangan ke kampung Saya, yang sebenarnya tidak terlibat. Tapi karena kasusnya sudah menyentuh Isu Suku dan Ras, jadilah dua suku yang terlibat diungsikan. Khawatir keksruhan benar-benar mencapai tingkat “anti-suku’.

Bahkan sempat terjadi sweeping oleh siswa sekolah dari salah satu suku kepada suku yang lain. (Weleh!!.. Jauh-jauh ke sekolah cuma untuk sweeping temannya sendiri??)

Sempat juga ada kabar bahwa akan ada pengusiran salah satu suku yang bertikai jika masalah ini membesar. Karena sepertinya, masalah ini bukan masalah yang hanya disebabkan oleh perseteruan dua kelompok pemuda. Lebih dari itu, ini adalah klimaks dari kemarahan satu suku dimana mereka menganggap suku yang lain sudah kelewatan. Terutama dalam menyikapi masalah-masalah keributan kecil yang selalu berujung ketegangan antar kampung. Khusunya 3-4 tahun terakhir.

Itulah kenapa kasus ini sampai menyentuh isu SARA. Untuk masalah anak muda, itu hanya bagian-bagian kecilnya saja yang dikumpulkan.

Kec. Sidomulyo sendiri masih berstatus Siaga 1. Menyusul tindakan salah satu kelompok warga yang menyerang dan membumi hanguskan sebuah kampung disana. Tidak kurang dari 40 rumah dibakar, tapi masih belum tau korban jiwanya (mudah-mudahan tidak ada).

Untuk perkembangannya, Kedua belah pihak dikabarkan sudah urun rembug. Sudah bersepakat untuk damai. Tapi baru sebatas kalangan atas, masih diusahakan untuk sampai pada kalangan bawah. Sehingga kedamaian bisa tercapai antara kedua belah pihak keseluruhan.

Warga yang mengungsi masih berada di pengungsian. Menunggu kepastian akhir.

Ada sentilan  extra ngawur tentang kasus ini, mungkin kasus ini untuk mengalihkan kasus mesuji. Dimana kasus mesuji sepertinya melibatkan “APARAT” yang mem’backing perusahaan disana.Manajemen konflik. Entahlah… :mrgreen:

Update gambar terakhir yang Saya dapet dari Teman disana.

Penyerangan ini benar-benar tidak terbendung. Bayangkan saja, satu kelompok datang menyerang, secara bergiliran terus datang kelompok lainnya bermaksud melakukan hal yang sama. Beruntung para pelakunya sudah keburu kecape’an dan kesore’an. kalo engga, bisa dilanjut ke kampung lain yang bersuku sama dengan kampung yang diserang.

Malah ada kelompok yang baru datang, ngga kebagian lagi jatah pengrusakan. :grin:

Ada juga yang baru datang, eh acaranya udah selesai.. Balik lagi…

Mudah-mudahan sepakat yang sudah dicapai bisa meredam emosi kedua belah pihak. Masing-masing bisa kembali berdamai. Mudah-mudahan bermanfaat…

Kampung Ane Malam Ini… MENCEKAM.

Dapet SMS dari kakak perempuan di kalianda Lampung Selatan.

mba’ ktorg lg dlm mslh bsr. Dr smlm mncekam. Suku **** ma suku ****** tawuran. Td sore kbtulan mobil org **** dikejar ma org kt dlm mblnya dirusak pas depan rumah p’tohardin. Mlm ni org laki2 jaga2, org prmpuan pd diungsiin ke lain desa.  ktorg g tau mo ngungsi pa ga, tp dah siap klo trjadi sesuatu. Do’a in ga da pa2 ya… Polisi pada jaga jg soalnya mbl yg dirusak msh da di mjk.

Intinya, kampung Ane sedang dalam kondisi mencekam. Tadi malam, ada sebuah mobil (milik orang suku tertentu) di rusak di kampung Ane setelah dikejar sekelompok orang dari kampung lain yang kebetulan suku kelompok yang mengejarnya sama dengan suku mayoritas warga kampung Ane. Setiap laki-laki dewasanya siaga yang perempuan mulai diungsikan, sementara ada juga polisi yang berjaga ditempat tersebut. Sampe sekarang, mobil yang dirusak, masih di kampung Ane.

Di Lampung, warga masyarakatnya masih ada yang terkotak-kotak antara suku satu dengan suku yang lain. (Tapi ga semua. Ada juga yang membaur.) Seperti pendatang, mereka membentuk kampung yang mayoritasnya satu suku. Sampe ada sebutan kampung jawa, kampung Bali, (bahkan kadang orang lupa nama kampung yang aslinya tercatat di pemerintahan.) Jadi kalo terjadi perseteruan, kadang membakar rasa solidaritas.

Tawurannya sih diawali perkelahian ditempat pesta, terus merembet ke masalah Solidaritas.

Sekitar 2010 juga, Ane dapet kabar tentang perseteruan antara kampung Ane ama warga suku yang saat ini berseteru. Warga kampung Ane yang ngerasa lelaki, udah siap ama senjatanya. Abang Ipar Ane yang masih sakit aja ampe lupa ama sakitnya. Waktu itu, warga kampung Ane didenda setelah salah satu warga dari kampung Ane terlibat perkelahian sampe jatuh korban meninggal dipihak “lawan”. Tapi Alhamdulillah, tawuran batal, karena pamong warga lebih memilih untuk bayar denda yang diminta. Dan mudah-mudahan kali ini Saudara-saudara Ane ga kepancing untuk ikut memusuhi. Ada kekhawatiran juga kalo-kalo masih ada tersisa dendam.

Di tempat lain kabarnya sudah parah. Jadi yang terjadi di kampung Ane dua malem ini, adalah imbas dari memanasnya situasi dikampung lain dengan isu yang sama.

Dari kabar yang Ane dapet, sampe ada rencana pengusiran suku tsb untuk keluar dari tanah Lampung. Karena udah dianggap kelewatan dalam menyikapi perseteruan antar anak muda. Kalo terlibat keributan antar anak muda, mereka kadang menyiapkan warga kampung untuk siap-siap tawuran. Warga suku mereka emang terkenal Solid satu sama lain.

Padahal selama Ane hidup dan tumbuh di Lampung, belum pernah sekalipun terjadi tawuran dengan suku ini. Karena ke’solid’annya sepertinya membuat orang dari suku lain berpikir dua kali untuk terlibat masalah dengan mereka.

Tapi mudah-mudahan ini cuma sekedar isu yang akan segera dingin dengan sendirinya. Dan Kampung Ane kembali Damai. Dan kata bijak dari salah satu penasehat Ane, “keep positive thingking aja… Kapolda udah ganti. Insha Allah ga separah yang om Idog kuatirkan..” :grin:

OK deh Om… hati-hati dalam menyandang suku, kalo salah taro, bisa satu provinsi di cap. Kalo cap’nya positive sih ga papa.. Kalo negative…?? Bisa-bisa ada orang ditolak lamaran kerja cuma karena dia bersuku tertentu.

RDB, Antara Manfaat dan Gaya

Siapa yang ga kesengsem dengan tampilan modis RDB alias cakram belakang??..Keren, Pakem. Apalagi??

Nonton langkah Honda selama empat-lima tahun terakhir, Salute dah!!.. Banyak jempol buat pabrikan satu ini. Mulai dari ngasih cakram ke roda belakang Tiger, pasang juga di salah satu varian Supra125nya, nelorin CS1, menggebrak pasar dengan NMP, terakhir baru dah bebek-bebeknya dikasih sepatu baru. Kemudian lanjut ke Injeksi. Soal flagship, tenang… Ga ada yang meragukan kalo tahun ini akan ada rombakan besar pada Tiger. Segalanya terkesan terencana dengan baik, seiring sejalan.

Masih Butuh RDB???…

Gimana Yamaha??.. Semua boleh bingung dah. Sportnya semua kompak pake Sendal (tromol), eh malah NJMX pake sepatu (cakram) sendirian. :grin:

Tapi sebetulnya ga perlu terlalu lebay lah menyikapi tromol Yamaha. Bagi yang pernah nyicipin motor Yamaha varian apapun, Insha-Allah semua setuju kalo om Idog bilang bahwa Tromol Yamaha paling Jos diantara rem produk kompetitor. Malah mungkin setara dengan rem Cakram (pendapat pribadi yang agak lebay..).

Kalo pake motor Yamaha, ga perlu bejeg rem dalem-dalem. Teken dikit aja, udah ngunci kok ban belakangnya :mrgreen: .

Ga perlu cakram, pake tromol aja udah bisa ngepot kok…

Bahkan ada teman yang PD kebut-kebutan pake RX-King tanpa rem depan. Tinggal Ane yang dibonceng rasa-rasa jantungnya ketinggalan dibelakang. Dan Saya rasa rata-rata pemakai motor yamaha tetap PD meskipun rem depannya bermasalah.

Jadi, kalo dilihat dari segi manfaat, pemasangan cakram pada rem belakang motor Yamaha sebenarnya Mubazir. Bener ga??.. Buat apa coba mahal mahal pasang rem cakram, sementara rem tromol sudah cukup, malah lebih.

Kalo Honda pasang rem Cakram belakang, karena memang kwalitas pengereman motor Honda ga spakem rem tromol Yamaha.. Jadi bukan hal yang mubazir buat Honda.

Usul Saya buat Yamaha, silahkan pertahankan rem tromol. Tapi harus ada pengajaran ke masyarakat. Kalo bisa, jadikan rem tromol sebagai bagian tak terpisahkan dari Yamaha.

Itu kalo kita ngomong dari segi manfaat. Dari segi gaya, sepertinya Yamaha ga boleh menyepelekan hal satu ini. Karena penikmat motor, lebih suka motor dengan rem cakram belakang. Tanpa perduli seberapa butuh mereka akan rem tersebut.

Gimana sodara-sodara??.. Ada pendapat lain?

Menunggu Block Cylinder Atau Nyalakan Dulu….

Kamis hingga Sabtu pekan kemarin, Saya berkeliling Cikarang sampai ke Lippo Cikarang menyambangi bengkel Ahass mencari Suku Cadang dan menanyakan perkiraan biaya untuk perbaikan Karisma.

Block Cylinder, Lengan Piston set (stang seher), Piston Set, klep in/out, Seal Klep, Gasket kit A/B (Packing seal).

Barang langka. Nyolong punya Kaskus….

Dari semua barang diatas, Block Cylinder yang harus menunggu. Bahkan Saya sempat menelpon Ahass pusat di Jl Dewi Sartika-Cililitan, juga kosong. Baru tersedia sekitar 20 hari setelah pemesanan.

Sementara untuk barang lain, meskipun tidak di satu bengkel, masih tersedia.

Karena keadaan motor yang mati total akibat lengan piston seret, sekarang Saya agak bingung. Menyalakan motor lebih dulu dengan memperbaiki (mengganti) lengan piston set, dan mengganti Cylinder kemudian. Atau menunggu Cylinder, dan dirakit bersamaan??..

Lengan piston begini nih yang bikin motor Ane tidur panjang…

Sumber gambar mbah google…

Kalau Saya menunggu Block Cylinder, untuk biaya perakitan mesin Saya lebih hemat. Karena pembongkaran mesin dilakukan satu kali sekaligus. Tapi akan ada pembengkakan disekitar biaya angkutan Saya dari rumah kontrakan ke tempat kerja.

Kalau Saya nyalakan mesin lebih dulu, dan mengganti block cylinder belakangan, akan terjadi dua kali pembongkaran mesin yang biayanya lebih mahal.Tapi Saya bisa menghemat pengeluaran untuk angkutan.

Tapi… untuk opsi kedua, bukan cuma masalah biaya yang harus Saya khawatirkan. Akibat negatif yang bisa terjadi karena pemakaian silinder dan piston yang lama, lebih merisaukan. Seperti pernah Saya tulis sebelumnya disini (klik) piston Karisma sudah memakai piston Kawasaki Kaze. Bentuk Jenongnya tentu menghasilkan kompresi lebih tinggi, dan Saya khawatir tingginya kompresi diruang bakar memaksa lengan piston bekerja lebih keras dari standarnya. Bisa saja lengan piston bermasalah lagi… Justeru lebih berat lagi kalau kekhawatiran Saya terjadi.

Dari hasil diskusi bersama Istri, maka diambillah opsi pertama. Rakit semua bagian yang diganti secara bersamaan. Sehingga akibat negatif bisa dihindari, selebihnya serahkan dalam do’a. :grin:

Mudah-mudahan lancar…

Bebek Karisma Sekarang…

Setelah hampir dua bulan fokus pada kesibukan menikah, kehidupan Saya mulai normal kembali. Dan Karisma mulai harus diperhatikan dengan serius. Karena tanpa Karisma, hubungan Saya dan Istri agak renggang :mrgreen: .

Tadi malam, Saya bongkar head cylinder untuk memastikan kerusakan yang menyebabkan meninggalnya mesin. Ternyata penyebab utamanya adalah macetnya gerakan lengan Piston pada bagian kruk as, sehingga gerak turun-naik piston tidak lancar. Untuk memperbaikinya, harus bongkar mesin full alias turun mesin.

Bukan kruk-as Karisma, hanya Contoh.

sumber gambar disini (klik).

Bagian yang dilingkar adalah bagian yang macet. Menyebabkan piston tidak bergerak dengan baik, mesin tidak bisa nyala.

Sekedar Info, biaya bongkar mesin full Rp150.000, harga satu set lengan piston kira-kira Rp230.000, biaya seting lengan piston Rp45.000, dan harga gasket kit A/B Rp109.000.  Total Rp534.000.

Biaya ini hanya untuk menghidupkan kembali Karisma, dengan standar harga Ahass. Belum sampai tahap mengganti block cylinder. Perencanaan harus matang nih. Kalo nggak, bisa jebol pengeluaran.

OK deh. Om Idog mau pulang dulu. Mudah-mudahan bermanfaat….

Karisma 4-12-2011.

Kisah lanjutan tentang karisma seminggu setelah kejadian jatuhnya baut penutup oli bagian bawah mesin (klik ke TKP). Karena kesibukan menjelang pernikahan tahun lalu, Saya baru sempat menuliskannya.

Setelah diperbaiki di bengkel di Cibitung dan terlihat normal, ternyata masalahnya ga seringan yang dikira. Pada Minggu 4 Desember 2011, mesin meninggal saat dipakai. Untung saja baru sampai di Cibitung. Jadi masih terhitung dekat.

Sedang dalam masa sibuk-sibuknya, eh malah ngambek nih Bebek. Padahal tidak pernah terbersit sedikitpun dihati Saya untuk meninggalkannya, meskipun tawaran ganti motor pernah disodorkan oleh kakak, meskipun Saya akan menikah, meskipun CS1 terlihat lebih keren. Tetap saja 7 tahun bersamanya (bebek karisma), lebih berharga dibanding CBR250 sekalipun. (lebay sangat… :grin: )

Untuk Cinta Saya pada Karisma, Insha-Allah Saya akan merekondisi mesinnya. Biar muda lagi…

Ganti satu set Stang Seher (Conecting Rod kit), Block Silinder, Piston set, klep in/out, dan ganti bosh klep (guide valve) kalo perlu.

Rencana ini sudah ada sejak awal November, dan sekarang tidak bisa ditunda lagi. Seminggu terakhir Saya mulai mencari tau harga suku cadang dan perkiraan biaya jasanya. Supaya lebih afdhal, semua Saya tanya di Ahass, dan rincian biayanya kira-kira Rp1,2jt. :shock: :roll:

Mudah-mudahan terlaksana…